Iklan

Konfirmasi Masalah Hutang, Wartawan Malah Dilecehkan dan Coba Disogok PNS Samsat Minut

Posted by jhon simbuang on Sabtu, 28 Mei 2016

Airmadidi, Identitasnews.com – Ulah seorang oknum PNS berinisial DP yang kesehariannya bertugas di UPTD Samsat Airmadidi Minut, diduga kuat telah melecehkan seorang wartawan.
Kejadiannya begini, Jumat (27/5) SD alias Rom seorang wartawan salah satu media online mengunjungi DP untuk mengkonfirmasi masalah peminjaman uang dari DP  terhadap pedagang yang dalam perjanjian ditandatangani diatas kwitansi, oknum PNS  akan memberikan kompensasi bunga 10%.
Sayangnya sudah sampai 5 bulan berjalan, uang dan bunganya malah tidak pernah dibayarkan oleh DP.
Atas masalah itu, DP menerima kehadiran SD (wartawan red-) namun bukan member jawaban, malah DP menyodorkan SD sejumlah uang dengan harapan agar SD tidak perlu berurusan dengan masalah tersebut.
Merasa tujuannya tidak mendapat jawaban dari DP, maka SD kembali mempertanyakan kelanjutan daripada masalah pinjam-meminjam uang itu. “Tapi dia tidak mau menanggapi, malah dia ngotot menyerehkan gepokan uang itu kesaya,” kata SD kesal.

Merasa dilecehkan dan menilai upaya konfirmasinya hanya diukur dengan uang oleh DP, sang wartawan yang ingin mewawancarai pun memilih pergi dan menolak pemberian uang dari DP tersebut.
“Saya memberi dia hak jawab agar tugas saya sempurna dalam membuat berita tentang seorang PNS tidak bertanggung jawab atas pinjamannya, tapi dia malah berusaha menyogok saya, jadi saya memilih menolaknya dan pergi saja,” tutup SD.

Menanggapi masalah itu, Ketua Persatuan Jurnalis Tumatenden Minahasa Utara (PJTM), Jhon BR Simbuang SE, sangat menyayangkan sikap oknum PNS Dinas UPTD Samsat Minut tersebut.
“Saya nilai dia itu tidak kooperatif terhadap wartawan. Apa lagi wartawan dalam penugasan, tapi oknum PNS tersebut malah menyodorkan uang. Itu sama saja sang PNS telah menciptakan dua (2) opsi. Pertama pelecehan terhadap wartawan, kedua upaya menyogok wartawan,” semburnya.

Belum lama ini, lanjut John, UPTD Samsat Minut diterpa prahara cukup menggemparkan. Masyarakat menilai UPTD Samsat mengoleksi staf tidak professional. Bagaimana jika kejadian ini juga terekspos ke media?
"Ini sama saja mempermalukan pihak UPTD Samsat Minut, bisa-bisa masyarakat menilai rata-rata staf UPTD Samsat Minut, bermasalah. Kepada Kadispenda Sulut, sebaiknya copot oknum-oknum PNS seperti ini, mengingat akhlaknya sudah bobrok. Sudah berhutang, mau di klarifikasi malah melecehkan dengan cara mencoba menyuap wartawan,” tandas Simbuang Jumat (27/5).

Sementara itu, Kepala UPTD Samsat Minut, ketika dikonfirmasi, sampai berita ini terbit, belum memberikan komentar terkait masalah ini.(Sefdy)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

12.30.00

0 komentar:

Posting Komentar