Iklan

BOCAH 8 TAHUN DI SODOMI TETANGGA DALAM KAMAR

Posted by jhon simbuang on Minggu, 29 Mei 2016


Manado, Identitasnews.com – Disaat semua elemen dan aparat hukum di NKRI sibuk membahas peraturan hukuman kebiri bagi pelaku asusila, ternyata masih ada juga pelaku perbuatan maksiat beraksi yang tren disebut ‘Predator Seks’ itu.

Yang terjadi di Kota Manado baru-baru ini adalah kejahatan seksual yang tidak kalah bengis-nya. Pasalnya, Wiwik (nama samara red-) gadis kecil kelas II SD, di usia delapan (8) tahun harus menjadi korban keganasan nafsu bejat sang tetangga berupa pelecehan seksual.

Wiwik warga salah satu kelurahan di Kecamatan Tikala, diduga telah di SODOMI tetanggnya yakni NR alias Nov (28). Pelecehan seksual itu terjadi di rumah korban, pada Kamis (26/5) siang.

Perbuatan amoral NR alias Nov sempat diketahui adik korban yang masih berumur lima tahun. Tapi itu baru terungkap sehari setelah kejadian, pada saat adik korban dengan polosnya menceritakan kepada nenek dan orang tuanya.

Peluang amoral itu bisa terjadi gara-gara selain tetangga, pelaku sudah dianggap keluarga korban.Siang itu, entah godaan apa merasuki pikiran Nov, dia membuka celana dan masuk ke kamar tempat dimana Wiwik sedang tertidur lelap.

Melihat Nov masuk ke kamarnya, Wiwik sempat kaget. Namun bukannya tibul rasa kasihan, malahan Nov yang sudah dirasuki setan justeru dengan beringas melucuti celana Wiwik, membaringkan bocah lemah itu kembali ke tempat tidur.
Kemudian, dengan kasar Nov (…maaf), memasukan kemaluannya ke (sekali lagi maaf…) ke anus korban, kemudian dengan beringas menggoyang tubuh korban sampai anunya 'muntah'. Usai melampiaskan hasrat bejat-nya, Nov yang seharusnya menaganggap Wiwik sebagai anak sendiri mengingat hubungan baik antar keluarga dan usianya sebaya orangtuas Wiwik, langsung melarikan diri entah kemana.
Sementara itu, korban yang ditinggal ditempat tidur hanya mampu menangis perlahan sambil menahan sakit dan tak berani menceritakan kejadian gara-gara sebelumnya sempat di ancam pelaku.

Tanpa disadari Nov, saat dirinya memompa korban, aksi biadab-nya sempat disaksikan adik korban. Keesokan harinya, adik Wiwik mengaduh perbuatan Nov kepada neneknya. Neneknya sempat tak percaya. Dia baru kaget, esok harinya lantaran mengetahui korban kesakitan saat buang air besar.

Mengetahui Jelita dicabuli pelaku, orang tuanya pun berusaha mencari keberadaan Nov guna mengkonfirmasikan kebenaran kejadian ini. "Keluarga sempat tak percaya, sebab informasi hanya disampaikan korban dan adiknya. Sementara pelaku sudah menghilang entah ke mana," kata orang tua korban.
Demi keadilan, pihak keluarga baru melaporkan kejadian itu ke Polresta Manado, Sabtu (28/5) malam tadi. Kasus ini sendiri masih dalam proses pemeriksaan aparat.(fL/Meikel)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

19.30.00

0 komentar:

Posting Komentar