Iklan

Asyik Goyang ABG, Dipergoki Ortu Korban, Pria Singkil Lari Telanjang

Posted by jhon simbuang on Senin, 30 Mei 2016

Manado, Identitasnews.com  - Diantara seru-nya undang-undang tentang pelaku kekerasan social yang terjadfi tarik – ulur, masih ada juga pihak tertentu yang berani melakukan hal bejad seperti pencabulan dan kekerasan seksual.
Senin (30/5) di Kecamatan Singkil, Kota Manado  terjadi peristiwa unik cukup menyita perhatian, namun berbeda dengan kekerasan seksual atau pencabulan, kalau kasus ini tergolong hubungan asmara antara insane berlainan jenis.
Kejadian menggeli-kan ini terjadi pada pria SK alias Awal (19) dan Seruni (15)  nama samara, yang berakhir di kantor Polisi.
Hari itu sebagai kekasih, karena dirundung rindu mendalam, Awal mengajak Seruni untuk nginap di rumahnya. Karena hatinya sudah berbunga-bunga, Awal menjadi cerdas dalam menyusun strategi. Dan, sekitar pukul 03.00 wita (subuh), Seruni berhasil diajak Awal untuk nginap dirumahnya.
Namun kecerdasan dan strategi jitu Awal ternyata masih ada celah lemahnya. Pasalnya rencana jitu Awal telah menyita kecurigaan orang tua Seruni sejak siang hari. Berhasil menggondol Seruni ke rumahnya, tak disia-siakan Awal.
Rayuan gombal dan jurus-jurus pamungkas dikeluarkan Awal sehingga bagai di hipnotis, Seruni-pun hanyut terseret nafsu setannya sehingga rela melakukan adegan layaknya suami-isteri di bulan April silam.
Saat keduanya masuk ke dalam kamar, Awal mulai melucuti semua pakaiannya sehingga keduanya tanpa ditutupi sehelai benang-pun alias telanjang bulat,.segera melalukan adegan cinta terlarang.
Namun apesnya, sebelum gairah Awal kesampaian, tiba-tiba…”Gubrak”…pintu kamar Awal terkuak lebar di dobrak orangtua Seruni. Awal yang belum klimaks panik, kocar-kacir dan lari tanpa selembar pakaian meninggalkan Seruni terdiam serba salah di kamar Awal dan diajak pulang sambil diinterogasi orang tuanya.
Setelah diajak pulang, dirumahnya Nurjanah mengaku, perawannya sudah dibobol Awal sejak April lalu setelah tergiur bujur rayu pria pengganguran itu. "Saya sudah menolak, namun dipaksa dan dibujuk terpaksa merelakan," aku Nurjanah saat ditemani orang tuanya melaporkan kasus ini.
Kapolresta Manado AKBP Suprayitno melalui Kasubag Humas AKP Agus Marsidi, membenarkan adanya laporan ini. Menurutnya, proses penyidikan masih dilakukan. "Selanjutnya pemanggilan dan pemeriksaan terhadap terlapor dilakukan," jelasnya.(Reflin)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

18.00.00

0 komentar:

Posting Komentar