Iklan

Astaga, Walau Sekarat dan Akhirnya Tewas Diserang Kanker, Jaqline Momongan Mampu Lulus UN

Posted by jhon simbuang on Selasa, 24 Mei 2016

Kalalo: "Kisah Jaqline Memotivasi Siswa Selesaikan Sekolah"

Amurang, Identitasnews.com - Cerita inspirasi yang dapat memotivasi bagi siswa-siswi yang ada di Minahasa Selatan (Minse), Sulawesi Utara (Sulut) bahkan untuk seluruh Indonesia datang dari sebuah Desa Talaitad yang berada di Kecamatan Tareran Kabupaten Minsel.
Betapa tidak, semangat ingin menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) seorang Jaqline Momongan patutlah menjadi teladan bagi seluruh siswa di seluruh Indonesia. Keterangan yang diperoleh dari Kepala SMK Negeri 1 Tareran, Ir. Ivone R. Memah tempat Jaqline Momongan bersekolah mengatakan bahwa siswa tersebut masih semangat mengikuti Ujian Nasional (UN) disaat dirinya telah terindikasi terkena penyakit Kanker.
"Disaat pelaksanaan UN di SMK N. 1 Tareran, sosok Jaqline Momongan setiap harinya berusaha menyelesaikan soal walaupun mendapatkan pengawasan khusus dari orangtuanya, dan dirinya dapat menyelesaikan. Namun sayang, siswa tersebut meninggal sebelum sempat mengikuti pengumuman kelulusan," jelas Memah kepada identitasnews.com Selasa (24/5).
Dirinya menambahkan, semua siswa yang ada di SMK N. 1 Tareran dinyatakan lulus, itu artinya Jaqline Momongan secara otomatis lulus namun sayang tidak dapat menikmati kelulusannya.
"Kalau sudah mau berobat di Rumah Sakit (RS) berarti saya sudah tidak bisa ikut UN", terang Memah menerangkan apa yang disampaikan Jaqline Momongan kepada dirinya.

Ditempat terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tareran, Johana Kalalo mengaku sangat terharu dan kisah ini kiranya dapat memotivasi setiap siswa untuk menyelesaikan sekolah.
"Saat membuka soal di SMK N. 1 Tareran, saya sempat memberikan contoh kepada teman-temannya akan semangat yang dimiliki oleh seorang Jaqline Momongan walaupun dirinya sakit berat namun tetap ingin menyelesaikan pendidikannya,” bebernya.
Kalalo menganjurkan, semangat untuk tetap mengikuti UN disaat sedang sakit berat kiranya dapat menginspirasi siswa yang ada di seluruh Indonesia khususnya siswa dan orangtua di Minsel yang saat ini kesadaran akan pentingnya pendidikan sudah sangat memprihatinkan.(Meyvo Rumengan)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

18.00.00

0 komentar:

Posting Komentar