Iklan

Arogansi Hakim Ketua Made Buana SH , Halangi Kebebasan PERS

Posted by jhon simbuang on Sabtu, 14 Mei 2016

Amurang, Identitasnews.com – Ada apa dengan Pengadilan Negeri (PN) Amurang terhadap undang-undang keterbukaan publik, sampai-sampai seorang wartawan yang bertugas meliput, malah mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan oleh pihak pengadilan tersebut.
Kronologisnya begini, Wartawan manadoaktual.com hendak meliput proses persidangan ratusan pengendara bermotor baik roda dua maupun roda empat yang terkena tilang karena terjaring Oeprasi Cipta Kondisi beberapa pekan lalu.
Entah kenapa, di ruang sidang wartawan tersebut di marahi dan di halangi oleh Hakim Ketua yang memimpin sidang terbuka Jumat 13/05/2016 lalu. Itu terjadi saat wartawan malang itu melakukan pengambilan gambar dari arah belakang. Tiba-tiba Hakim Ketua yang memimpin sidang dari arah depan langsung membentak wartawan itu.
”Anda jangan sembarang foto, anda tidak berhak, harus se-ijin saya, anda saya bisa tuntut sebagai orang yang mengganggu proses persidangan,” ucap Hakim ketua B M Cintia Buana SH.MH, yang sering di sapa Pak Made itu.
mendengar sikap arogansi seorang Hakim Ketua si wartawan hanya terpaku dan diam, namun prinsip sebagai insan Pers yang di lindungi dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999, tentang PERS, maka wartawan tetap melanjutkan pengambilan gambar hingga ke depan samping Ruang siding tanpa menanggapi ancaman sang Hakim.
Ketua Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia ( AMTI ) Tommy Turangan SH, mengecam tindahkan arogansi Hakim Ketua yang mestinya mengerti kebebasan PERS yang di jamin dengan UU PERS Nomor 40.
 ”Saya mengecam tindahkan seorang Hakim yang menghalangi kebebesan PERS, dan saya menganggap HAKIM tersebut terlalu arogan terhadap wartawan yang menjalan tugas mencari, mengumpulkan informasi dan memberitakan kepada masyarakat. Namanya saja, siding terbuka, kenapa melarang. Jangan – jangan ada hal yang di sembunyikan dalam ruang sidang. ”sembur Tommy.
Terpisah, Ketua Wartawan Minsel Alon Rumagit mengaku ini suatu pelecehan terhadap semangat keterbukaan informasi publik sesuai dengan UU nomor 14 tahun 2008. “Ini juga sudah memutilasi dan menginjak-injak nilai dari kebebasan PERS yang tidak boleh di halangi apalagi ini sidang terbuka,” tukas Rumagit.
Alon Rumagit mendesak kepada Ketua Pengadilan Negeri Amurang untuk memberikan pelajaran kepada anak buahnya agar tidak menghalangi kebebesan PERS. “Selama seorang wartawan bekerja secara professional, jangan usik kebebasan kami. Jika Ketua PN Amurang tidak member sangsi tegas terhadap oknum tak ber-akhlak seperti itu, maka kami akan membawah permasalahan ini ke Komisi Judisial dan dewan PERS,” tandasnya.(Meyvo Rumengan)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

20.30.00

0 komentar:

Posting Komentar