HUT SHS
Headlines News :
Home » » Tempat Sampah di Desa Likupang Mubazir dan Meresahkan Warga !

Tempat Sampah di Desa Likupang Mubazir dan Meresahkan Warga !

Written By jhon simbuang on Kamis, 14 April 2016 | 14.54.00

Padahal Bupati VAP Berharap, 2016 Ini Minut Raih Adipura

Airmadidi, Identitasnews.com - Keberadaan tempat pembungan sampah di Desa Likupang Satu Kecamatan Likupang Timur mulai menjadi buah bibir wargta.
Kehadiran tempat (bak) sampah ini, harusnya membuahkan solusi bagi masyarakat setempat, mengingat sampai detik ini, Kecamatan Likupang Timur belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Akan tetapi, apa yang diharapkan, malah bertolak belakang dengan realisasi yang ada. Tempat sampah tersebut setelah usai dibangun, justeru seakan tidak bermanfaat.
Pasalnya, sampah - sampah malahan kian berserakan ditepian tempat pembuangan sampah itu sehingga aroma busuk menyengat, menari-nari di pemukiman penduduk setempat.
"Adooh, bukang cuma bobow busu ley, napa tu lalar so nda baku tau terbang kasana - kamari. Dari sampah, dorang pi ba tera di makanan. Waaktu tere blum ada ni tampa sampah, suasana nda separah ini," keluh Ibu UR warga setempat.
Sesuai penelusuran www.identitasnews.com Kamis (14/4), di lokasi pinggir jalan di mana ada beberapa bak sampah, aroma bau busuk menyengat sehingga masyarakat yang lewat disitu langsugnburu-buru sambil membekap hidung agar tidak mencium bau seperti bau bangkai dan bau amis.
Penyebab aroma busuk menyengat hidung itu datangnya dari tumpukn sampah basah yang berhamburan disekitar bak-bak sampah yang ada.
Adapun keberadaan sampah-sampah itu membusuk tanpa dapat dibendung gara-gara sudah berhari-hari, tidak ada yang mengangkut dan membawanya ke TPA.

Aroma bau busuk yang menyengat itu, selain mengundang lalat yang membawa penyakit serius, akhir-akhir ini juga sudah ada tikus-tikus jorok berseliweran merngais-ngais sampah yang ada sehingga warga seolah telah dikepung oleh aneka penyakit berbahaya.

"Kok bisa ada tempat sampah tapi warga tidak diberi penjelasan dan pemanfaatan sehingga sampah-sampah itu justeru dibuang diluar bak sampah," kata Ketua LSM GMBI, Howard Marius, Kamis (14/4).

Dimusim kemarau saja, lanjut Marius, aroma sampah sudah menyengat seperti itu, bagaimana nanti jika musim hujan bergantiapa lagi waktu hujan yang akhir-akhir ini mulai turun.

"Ini harus diperhatikan oleh pemerintah desa dan kecamtan, dan harus juga diseriusi oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, khususnya BPLH. Bupati sendiri pernah bilang, ia rindu membawa Penghargaan ADIPURA 216 Ke Minut, tanpa dibayar atau main sogok, alias menang murni. Bagaimana mau menang murni kalau disini masih ada fenomena seperti Tempat sampah jorok begini," tandas Howard.(Meikel W)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD