Iklan

Semangat Melaut Nelayan Minut Yang Hilang, Saat Keluar Moratorium Izin Kapal, Sontak Bangkit Lagi

Posted by jhon simbuang on Minggu, 17 April 2016

Airmadidi, Identitasnews.com – Gairah mencari nafkah kaum nelayan diwilayah pesisir dan kepulauan Kabupaten Minahasa Utara mendadak bangkit pasca berlakunya kembali moratorium (penghentian sementara) perizinan kapal perikanan oleh Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) RI.
Sejak kapal-kapal besar tidak diizinkan beroperasi di wilayah perairan Indonesia, hasil tangkapan ikan nelayan kecil mendadak meningkat.
Dalam satu hari saja, perahu-perahu Pajeko nelayan yang turun melaut bisa menghasilkan ikan tangkapan hingga menembus kisaran 100 sampai 200 ton.

Menurut Husbula Sahibu aktivis HNSI Minut, berlimpahnya hasil panen itu sudah berlangsung sejak empat bulan terakhir (terhitung sejak KKP mengeluarkan larangan penangkapan ikan bagi kapal besar berukuran 30 GT ke atas).
“Disini ada 25 perahu pajeko, tiap harinya rata-rata kapal nelayan mampu menghasilkan ikan sebanyak 6 ton ikan campuran,” beber pria asal Kampung Ambong Likupang Timur itu Minggu (17/4).
Sebelumnya, kesulitan nelayan tradisional Likupang mendapatkan ikan disebabkan adanya aktivitas kapal-kapal penangkap berkapasitas besar di area perairan Likupang.
“Alhamdulila, sejak ada larangan pengoperasian kapal besar, dampaknya sangat dirasakan para nelayan kecil yang mulai bersemangat melaut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkas aktivis vocal itu.
Melimpahnya hasil tangkapan ikan nelayan tradisional itu turut dibenarkan Legislator, Dapil Likupang Sarhan Antili. Kondisi ini dilihat dari kacamata Sarhan, sangat membantu masyarakat Likupang yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.
“Keputusan Menteri KKP sangat membantu rakyat kecil, terutama nelayan. Ini juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Semoga keputusan ini menjadi permanen sehingga kesejahteraan kaum nelayan, kian meningkat,”harapnya..(Meikel Winowatan)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

19.52.00

0 komentar:

Posting Komentar