Iklan

Runtuwene: “Tidak Ada Larangan Bagi PKL Berdagang, Tapi…”

Posted by jhon simbuang on Kamis, 28 April 2016

Manado, Identitasnews.com -  Desas –desus yang mengatakan Satpol PP Kota Manado terlalu ketat dan tidak berbelas kasihan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL), ditampik Kepala Satuan Pamong Praja (Kasatpol PP) Xaverius Runtuwene S.IP.
Pasalnya PKL juga dimata Runtuwene, termasuk pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) baik untuk Kota Manado, dan Provinsi Sulawesi Utara.
“Tidak mungkin kita menghilangkan praktik jual – beli yang dilakukan para PKL disini, sebab mereka juga kan termasuk pemasok PAD untuk Kota Manado dan Sulut,” katanya Kamis (28/4) diruang kantornya.

Menurut pria yang pernah menjabat Camat Sario dan dikenal santun namun tegas itu, penjaringan serta penertiban PKL yang dilakukan pihaknya selalu sesuai prosedur tetap dan sudah ada kajian nilai positif dan nilai negatifnya.
“Kita tidak bertindak sembarangan, bertindak membabi-buta dan sesuka hati. Kita selalu bertindak terstruktur dan sudah sesuai protap, dan sudah melalui berbagai kajian dari segi positif maupun segi negatifnya,” Runtuwene.

Penertiban PKL yang dilakukan Satpol PP Kota Manado, lanjutnya, bukanlah bertujuan mematikan usaha para PKL, tapi menertibkan agar Kota Manado bias tertata dengan rapih terutama diseputaran pusat kota.
“Kami bukan dan tidak pernah melarang pedagang tapi berjualanlah di tempat-tempat yang sudah ditentukan oleh pemerintah, agar tidak berurusan dengan kami. Kan sudah ada tempat-termpat yang disediakan pemerintah untuk tempat berjualan, nah tempatilah tempat-tempat itu,” imbau Runtuwene.

Pemerinta Kota Manado khususnya Satpol PP telah mengeluarkan surat kesepakatan  kerjasama antara para PKL dan pihaknya. Jadi apabila ada PKL bandel yang terjaring kemudian barang-barangnya dibawa bukan untuk diambil pemerintah.
“Barang-barang milik PKL itu diamankan, di data surat pernyataan, barang sitaan dilepas atau dikembalikan. Kalau ada yang ternyata sudah pernah terjaring kemudian terjaring lagi, mereka sudah tahu apa sangsinya,” tandas Runtuwene sembari menmbahkan yang mana kesadaran masyarakat kian hari kian besar.(Meikel/Ishak)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

12.59.00

0 komentar:

Posting Komentar