HUT SHS
Headlines News :
Home » , » PT MMP Kembali Beraktifitas, 2 Tongkang Berlabuh dan Turunkan Alat di Kahuku

PT MMP Kembali Beraktifitas, 2 Tongkang Berlabuh dan Turunkan Alat di Kahuku

Written By jhon simbuang on Selasa, 12 April 2016 | 18.00.00

BUPATI VAP TETAP KOMITMEN TOLAK PENAMBANGAN

Saat PT MMP Kembali, Terinformasi Dihari Yang Sama Penyidik KPK Sambangi Pulau Bangka

Airmadidi, Identitasnews.com – Hari ini Senin (12/4), masyarakat Pulau Bangka Kecamatan Likupang Timur Minut kembali gempar dan marah. Amarah warga di Desa Kahuku, Ehe dan Lihunu di Pulau Bangka ternyata dipicu oleh sikap PT MMP yang begitu berani dan terang-terangan kembali membawa alat-alat seperti bererapa truk dan alat besar lainnya memakai dua (2) unit kapal tongkang  dengan tujuan tidak jelas.
Aktifitas itu terkesan terang-terangan dan begitu berani, seakan tidak ada masalah, padahal sesuai informasi, saat terjadi gugatan antara warga Pulau Bangka terhadap PT MMP baik di PTUN maupun MA, PT MMP sudah kalah.
“Kan sudah ada putusan resmi dar Mahkamah Agung bahwa PT MMP kalah dan harus angat kaki dari sini, tapi entah kenapa, mereka malah kembali lagi bahkan berani mengusir kami,” beberr Jhon Haerani aktivis Save Bangka Island yang turut dalam gugatan terhadap PT MMP.

Sangat disayangkan, pihak PT MMP tak bisa dikonfirmasi karena upaya wartawan saat merapat ke lokasi dimana pihak PT MMP memarkir kendaraan dan alat-alat milik mereka, wartawan www.identitasnews.com bernama Reflyn dan rekannya, dicegat seorang pria.
“Kami ke PT MMP dengan tujuan hendak menemui orang yang bisa memberi penjelasan tentang kehadiran 2 kapal dan menurunkan alat-alat disini, soalnya sampai hari ini kami tahu Bupati Minahasa Utara sudah berkomitmen menolak PT MMP menambang disini. Sayangnya kami dicegat dan di caci maki oleh Tein Tangkiang warga Desa Kahuku yang mengaku coordinator security PT MMP,” tutur Reflyn.

Karena dihalangi security itu, wartawan tidak dapat menemui pihak perusahaan sehingga kehadiran dua (2) kapal dan alat-alat disitu tak ada penjelasan.
“Kami akan mem-polisikan Tein Tangkiang karena menghalangi kami sesuai Undang-undang PERS Nomor 40, dan Undang-undang Keterbukaan Publik, dan akibat dihalangi, kami menderita kerugian dalam pemberitaan,” tandas Kending.

Keberanian PT MMP kembali masuk secara terang-terangan ke Pulau Bangka, kembali menuai kekecewaan warga terhadap pemerintah. Warga curiga pemerintah telah mengingkari janjinya.
"Kami tidak menuduh atau curiga kepada Pemkab Minut, tapi Pemprov Sulut malah yang kami curigai," kata Jhon Haerani.

Perlu diketahui bersama, sampai hari ini Bupati Minahasa Utara, Vonnie Aneke Panambunan tetap menolak adanya penambangan di Pulau Bangka, namun disinyalir, ada pihak lain yang membuka harapan bagi perusahaan asal China tersebut untuk kembali mengibarkan bendera mereka.
“Kami tetap pegang komitmen bahwa pihak kami tetap menolak penambangan di Pulau Bnagka. Tapi kan diatas langit masih ada langit,” tandas DMR salah satu sumber dari Bupati VAP Selasa (12/4).
Adapun aturan penambangan terkini, kendati Pemkab/pemkot tidak merestui perijinan, tapi pemerintah provinsi punya kewenangan untuk mengeluarkan ijin itu. Hal ini sontak memicu kecurigaan masyarakat kepada Pemprov Sulut.

“Memang sih, Gubernur Sulut Olly Dondokambey secara resmi menegaskan anti terhadap pertambangan, namun kenyataan dilapangan sepertinya terbalik. Jadi wajar saja kalau warga curiga Pemprov justeru yang merekomendasi PT MMP kembali ke Pulau Bangka,” sembur Semmy Tuegeh, Ketua LI TIPIKOR Minut.
Lanjutnya, kecurigaan warga terhadap Pempriv Sulut memang cukup beralasan. Mengingat ada bocoran yang masuk, PT MMP telah mengantongi ijin penambangan itu.
“Ada informasi yang mana sampai dengan triwulan kedua tahun 2016, saya menduga pemerintah provinsi telah keluarkan sedikitnya 119 Ijin Usaha Pertambangan,” seru Tuegeh.

Satu hal menarik, ketika PT MMP dengan berani telah melabuhkan 2 armada tongkang dan menurunkan alat-alat di Dermaga Kahuku pada Selasa (12/4), dihari yang sama beredar isu bahwa ada tim yang turun dari pusat dan sudah ada di Pulau Bangka.
“Iya sih, saya dapat informasi, ada beberapa pengunjung yang datang kemarin menurut warga para pengunjung itu adalah Penyidik KPK,” jelas Maria Taramen kepada media ini seraya menambahkan, bila itu memang benar maka warga sangat bersyukur dan berharap KPK dapat menuntaskan maslah di Pulau Banga yang sudah terjadi bertahun-tahun itu. KPK kan bisa melakukan ‘Audit Lingkungan’, ya semoga Tuhan menjawab semua doa warga Pulau Bangka,” tutup Maria Taramen.(Reflyn)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD