HUT SHS
Headlines News :
Home » » Polisi Belum Mampu Amankan Abeng Yang Gentayangan Dengan Parang

Polisi Belum Mampu Amankan Abeng Yang Gentayangan Dengan Parang

Written By jhon simbuang on Sabtu, 02 April 2016 | 12.56.00

Abeng Masih Berkeliaran, Warga Tidak Merasa Tenang

Airmadidi, Identitasnews.com - Isu yang mana AUBERT MAMAHIT (38) alias Abeng warga Desa Kaasar Kecamatan Kauditan Minut pelaku penganiayaan terhadap anak - isterinya memiliki ilmu gaib, ternyata bukan lagi masalah baru bagi warga setempat dan kebanyakan warga siudah mengetahui itu.
Abeng sang pengangguran dan hampir tiap hari mabuk-mabukan, sudah berkali-kali berurusan dengan hukum gara-gara menganiaya setiap pulang mabuk, ia menganiaya isterinya.

Puncaknya, akibat kekejaman Abeng, anak dan isteri mansing-masing bernama Henny Kambey (40) Putera sulung Glenn Mamahit (17), terbaring takb berdaya di UGD RSU Hermana karena hamper sekujur tubuh dihujani bacokan parang suami/ayah tak ber-peri kemanusiaan tersebut.

Setelah dicari oleh aparat Polsek Kauditan sejak Rabu (30/3) pukul 20.00 witta, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Abeng pun melarikan diri.
Tak mau buruannya lolos, siang-malam aparat terus melakukan pengejaran dengan menyisir seluruh penjuru wilayah Desa Kaasar, Karegesan maupun Desa Lembean.
Menariknya, sampai hari ini Sabtu (2 April 2016), aparat belum dapat menangkap pria yang konon mewarisi ilmu hitam milik almarhum ayahnya.
“Dia dalam waktu-waktu tertentu sering berbuat hal yang aneh. Pernah saya pergoki dia gali tanah yang saya kubur ayam jago yang sudah tiga hari mati, dia ambil hati dan jantung bangkai ayam lalu dimakan, untuk menggenapi syarat ilmu yang dia pegang,” beber salah satu kerabat Abeng kepada media ini.
Mau percaya, mau tidak bahwa Aubert Mamahit (Abeng red-) sang pelaku penganiayaan anak-isteri memiliki ilmu sesat, terserah. Namun satu hal yang mesti di ingat bahwa sampai detik ini Abeng belum bias diamankan polisi.
Bahkan, menurut keterangan sejumlah warga, yang pernah bertemu mengaku Abeng hanya gentayangan diseputaran Desa Kaasar saja sambil membawa parang yang ia pakai menganiaya anak-isterinya.
“Abeng bilang, dia kata yanda lari. Mar dia nimau menyerahkan diri. Dia mo lia sampe dimana Pak polisi pe jago kata, tetap yanda mo dapa tangkap pa dia,” kata dua IRT tetangga Abeng.
Abeng juga menurut pengakuan sejumlah warga, sering mondar-mandir di Desa dan perkebunan Kasar sehingga warga tidak berani jalan sendiri apalagi sudah malam.
“Dia sekarang sudah seperti binatang buas yang kesana – kemari dengan parang, tapi kami heran, polisi seolah-olah tidak bias melihat dia, padadahal dia Cuma bolak-balik dikampung,” ujar Pak YP warga.
Sampai berita ini naik, baik tim Polsek Kauditan, Polres Minut dan aparat pendukung dari Tim Manguni Polda Sulut, belum dapat menahan dan mengamankan Abeng.(red)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD