Iklan

Pertama di Kabupaten Minsel, BNN Gelar Tes Urin

Posted by jhon simbuang on Senin, 25 April 2016

Amurang, Identitasnews.com - Sebanyak 66 pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel) menjalin tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN). Tanpa diketahui semua pejabat, Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan tes urine setelah melakukan koordinasi dengan bupati.
Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan BNN ini memang menjadi program Presiden Joko Widodo dalam memberantas pengunaan narkoba di kalangan pejabat di Indonesia. Kedatangan BNN ini juga sempat membuat Sekretaris Daerah (Sekda) Danny Rindengan Minsel, kaget.
Dari Pantauan, pemeriksaan tes urine ini dilakukan di lantai tiga ruangan Asisten III dan berlangsung selama dua jam lebih. Pemeriksaan tes urine ini disaksikan langsung Bupati Christiany Eugenia Paruntu dan Wakil Bupati (Wabup) Franky Donny Wongkar, Kepala BNN Sulut Kombes Sumirat Dwiyanto, Kapolres Minsel AKBP Benny Bawensel, Kepala BNK Minsel Jemi Robot dan Kasat Narkoba Polres Minsel, Iptu Noldy Rimporok.
Kepala BNN Sulut, Kombespol Sumirat Dwiyanto M.Si, kepada Sejumlah wartawan mengatakan, hal ini menjadi suatu yang luar biasa karena komitmen bupati Minsel yang sudah mendukung program yang sudah dicanangkan Presiden melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) yaitu setiap ASN wajib menjalani tes urine narkoba.
"Dalam kegiatan ini wajib diketahui apa ASN terlibat dalam penyalahgunaan narkoba atau peredaran narkotika," kata Sumirat, Senin (25/4).
Selain tes urine dia menyampaikan pihaknya juga melaksanakan sosialisasi penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Sulut.
"Bahwasanya, perintah-perintah semua komponen bangsa harus berbuat lebih 'gila' artinya, kegiatan harus lebih gila tidak standar-standar seperti biasa untuk bisa memberantas dan mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di wilayah Sulut," terangnya.
Terkait dengan tes urine yang dilakukan BNN Provinsi, Bupati Christiany Eugenia Paruntu mengatakan mendukung penuh dan menegaskan akan menindak tegas setiap bawahanya yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.
"Kalau ada yang terbukti menggunakan narkotika tentu akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Kalaupun ada indikasi hanya menggunakan obat resep dokter, itu nantinya ada kajian. Harapan kedepan kegiatan ini akan terus dilaksanakan," ujar Tetty sapaan familiar bupati.
Selain para pejabat, bupati dan wakil bupati juga menjalani pemeriksaan tes urine. Dari hasil tes didapati dua pejabat terindikasi positif menggunakan obat terlarang benso diazepam namun setelah ditelusuri, obat tersebut digunakan berdasarkan resep dokter. Dimana pejabat bersangkutan mengalami satu penyakit tertentu.(Meyvo Rumengan)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

18.30.00

0 komentar:

Posting Komentar