Iklan

Gara-gara Jalan Rusak, Lengan Wartawati Minsel Patah

Posted by jhon simbuang on Jumat, 15 April 2016

Simbuang: “Disinilah peran Kejaksaan dan Polri sebagai Mitra awak media ditantang”

Amurang, Identitasnews.com – Seorang wartawati (wartawan wanita red-) disalah satu media cetak yang intes dalam peliputan di Biro Minahasa Selatan bernama Citra Soputan mengalami kecelakaan lalulintas (lakalantas) akibat kondisi jalan rusak depan SMAN 1 Amurang, Kamis (14/4/2016) siang kemarin sehingga harus terbaring di rumah sakit.
Akibat lakalantas tersebut, korban mengalami patah di pergelangan tangan serta luka lecet dan harus dirawat di Rumah Sakit Kalooran Amurang tanpa bias melakukan aktivitas sehari-hari sebagai pewarta berita.
Sementara itu, warga menyayangkan kondisi jalan yang buruk padahal belum lama selesai dibuat. Belum lagi juga terdapat dibeberapa titik jalan rusak di sepanjang jalur Trans Sulawesi Amurang.
“Ada apa sebenarnya dengan aparat hokum di Minsel ini, masa jalan Trans Sulawesi dibangun seperti Jalan Roda, tapi tindak ada tindakan hokum terhadap pihak-pihak terkait,” keluh Syamsi Taha sopir Trans Sulawesi kepada media ini.
Menurut John B R Simbuang Ketua Persatuan Jurnalis Tumetenden Minahasa Utara Sulawesi Utara (PJTM Sulut), kejadian seperti ini tentu saja tidak di ingini semua orang, apalagi kecelakaan karena kelalaian sendiri.
Tapi kecelakaan yang terjadi terhadap Citra Soputan, bukanlah kecelakaan spontan sebab disebabkan oleh hasil kerja yang tidak maksimal.
“Ini sudah ada korban atau pihak yang dirugikan. Dan korbannya wartawan, dan sebelumnya sudah ada korban rekan kami Jandri Moningka. Walau tempatnya berbeda, tapi berada di Ruas Jalan yang sama. Pihak terkait harus bertanggung jawab atas proses pembuatan jalan tersebut. Dilihat dari hasil fisik pembangunan jalan itu, pasti ada penyimpangan, mengingat realisasi jalan Trans yang ada di Sulut-Gorontalo, justeru yang paling buruk ada di wilayah Minsel,” semburnya.
Simbuang meminta  Polres Minsel dan Kejari Amurang dalami anggaran pemeliharaan jalan dan DAMIJA.
“Untung saja rekan kami hanya menderita cidera, bagaimana kalau dia tewas. Seorang wartawan yang tidak meliput, pasti menderita kerugian materil dan in materil. Disinilah peran Kejaksaan dan Polri sebagai Mitra awak media ditantang. Ada undang-undang perlindungan konsumen, dan setahu saya setiap proyek pembuatan jalan, pasti ada dana pemeliharaan jalan maupun Dana DAMIJA (Daerah Milik Jalan). Selaku Mitra, kami minta Kejaksaan Negeri Amurang dan Polres Minsel memproses hokum pihak terkait, agar masyarakat dan instansi terkait serta perusahaan pelaksana pembangunan proyek jalan, tidak main-main dan tahu akan tanggung jawab mereka,” tandas Simbuang yang juga menjabat Wakadepsus LSM Waraney Puser In Tana Toar-Lumimuut DPB Sulut, Jumat (15/4).(red)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

08.50.00

0 komentar:

Posting Komentar