Iklan

Estrella Tertantang Benahi Pasar Tradisional

Posted by jhon simbuang on Sabtu, 23 April 2016

 Tacoh: “Uang rakyat yang seharusnya bisa dimanfaatkan terbuang begitu saja”

Airmadidi, Identitasnews.com – Sejak disahkan menajdi Direktur PD Klabat, Estrella Tacoh bersama jajaran direksi tidak mau berlama-lama dalam menata kawasan pasar tradisional guna menunjang perekonomian Minahasa Utara.
Sabtu (23/4) Estrella bersama rombongan, turun menijau beberapa pasar tradisional di Kecamatan Kauditan dan Kema. Menariknya, Pasar dibelakang Terminal Kauditan, kondisi fisik dari pasar tradisional itu sangat memprihatinkan.
Karena sejak usai dibangun ternyata tidak ada aktivitas jual beli sama sekali. Ahkan lebih mengenaskan lagi, beberapa ruko yang dibangun sejak tahun 2011 silam, sudah rusak termasuk instalasi air bersih.
 “Kasihan kalau pasar ini tidak segera diperbaiki. Uang rakyat yang seharusnya bisa dimanfaatkan terbuang begitu saja, sebab ruko-ruko yang dibangun tak difungsikan,” beber pengusaha muda berparas cantik itu (Estrella red-).
Dirut wanita pertama di Minut yang pada tahun 2007-2008 itu pernah mengukir prestasi sebagai pembalap mobil kawakan di Jakarta ini mengataka, luas area pasar ini mencapai 1 hektar.
“Kebutuhan renovasi kita sampaikan ke Pemkab untuk ditindaklanjuti. Kami berkomitmen akan menata pasar tradisional. Sebab dengan begitu ekonomi rakyat meningkat dan PAD Minut otomatis bertambah pula,” tukas Tacoh yang akrab disapa Ci Ella itu.
Hal serupa turut pula disaksikan tim PD Klabat di bagian belakang Pasar Kema. Pasar ini jauh berbeda dengan Pasr Kaudita. Kalau Pasar Kauditan tidak difungsikan dan mubasir, Pasar Kema masih dipergunakan. Hanya saja, yang harus dibenahi adalah, sesudah para pedagang usai berjualan, pasar dibiarkan semrawut sehingga kalau tidak hari pasar, keadaan disitu bagaikan daerah pesisir yang baru saja di luluh lantak oleh tsunami atau gelombang air pasang yang besar.
Kepada Tim PD Klabat, Billy Dungus selaku Kepala Pasar Kema yang baru tidak menampik hal itu. Semrawutnya pasar ini, dikarenakan terbawa dari para pengurus  sebelumnya. Nanti kedepan nanti kami akan biasakan usai berdagang, semua penjual yang memakai dego-dego akan diwajibkan melakukan pembenahan baru boleh pulang,”ujarnya.(Meikel/Ficky)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

14.00.00

0 komentar:

Posting Komentar