HUT SHS
Headlines News :
Home » » Cicilia Longdong Mem-Polygami BNN dan Polda Sulut, Granat Geram

Cicilia Longdong Mem-Polygami BNN dan Polda Sulut, Granat Geram

Written By jhon simbuang on Kamis, 07 April 2016 | 20.00.00

Yohanes: “Setahu saya Komjen Budi Waseso kurang setuju dengan putusan rehabilitasi karena tidak menimbulkan efek jera”


Manado, Identitasnews.com – Empat hari berjalan dalam proses hukum Polda Sulut karena kepemilikan dan pemakaian barang haram berupa narkoba jenis shabu, akhirnya kendati akan berdampak pada tanggapan miring masyarakat, tetap saja Sicilia Longdong anggota DPRD kota Manado, dirumahkan.
Hal ini tentu saja tidak akan berjalan mulus, pasalya, pasca penangkapan oleh BNN dan aparat beberapa waktu lalu disalah satu tempat hiburan, kasus ini langsung diangkat oleh banyak media.
Ketua Gerakan Anti Narkotik Sulawesi Utara (GRANAT Sulut) Billy Johannis kepada sejumlah wartawan menegaskan bahwa Cicilia Longdong terjerat dua pasal, yaitu UU 35 Tentang Narkotika pasal 127 ayat 1.
“Setiap penyalahgunaan: a. Narkotika Golongan 1 bagi dirinya sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun. Pada poin 3 kalau dapat dibuktikan sebagai korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi,” tuturnya.
Sesuai rillis berita beberapa media saat mendampingi aparat dalam melakukan pengembangan, setelah dikembangkan akhirnya ditemukan 2 paket shabu dirumahnya.
Billy pun menegaskan, mengacu dari hasil pengembangan dan ditemukan lagi dua (2) paket shabu itu, berarti Cicilia Longdong dikenai pasal 112 yang berbunyi setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpang, menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1 dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda Rp. 800.000.000.
“Yang paling mencolok, Cicilia Longdong pada hari Selasa sudah dibebaskan dan dikenakan wajib Lapor, alasannya putusan Asesment, yang mana Cicilia Longdong  harus direhabilitasi. Yang menjadi pertanyaan kenapa baru CL ini yang mendapat perlakuan seperti ini? Apakah karena dia banyak uang? Kenapa kasus-kasus yang ditangkap sebelumnya tidak mendapat perlakuan yang sama.

Apalagi dia adalah anggota DPRD Kota Manado yang mendapat suara yang banyak karena punya uang,” sembur Billy, Kamis (7/4/2016) lalu.
Keputusan tersebut, lanjut Billy,  terkesan janggal sehingga tidak mengherankan kalau kasus ini menjadi buah bibir di masyarakat luas.
“Kalau dia diputuskan reabilitasi kenapa tidak langsung dikirim ke Panti Rehabilitasi milik BNN di Lido. Keputusan ini banyak menimbulkan pertanyaan dikalangan masyarakat dan insan pers. Dirumah-rumah Kopi bahkan terjadi percakapan serius tentang kasus ini,” timpal Billy.
Penanganan kasus narkoba yang dinilai tebang pilih ini pun membuat GRANAT meradang.
Hal ini pun dijadikan tamparan bagi pemerintah karena kasus ini terjadi saat kampanye Stop Narkoba sedang gencar-gencarnya dilakukan.
“Apakah masyarakat perlu demo dan meminta Kapolda dan Kepala BNN dicopot? Ini menjadi sorotan masyarakat ditengah-tengah bangsa dan pemerintah memberi perhatian dan menyatakan perang terhadap narkoba. Setahu saya Komjen Budi Waseso kurang setuju dengan putusan rehabilitasi karena tidak menimbulkan efek jera,” tandas Billy penuh dongkol.(TIM)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD