HUT SHS
Headlines News :
Home » » Proyek BPJN XI-PPK IX, Warga Kema III ‘Ngotot’ Tuntut Ganti Rugi

Proyek BPJN XI-PPK IX, Warga Kema III ‘Ngotot’ Tuntut Ganti Rugi

Written By jhon simbuang on Jumat, 04 Maret 2016 | 18.00.00

 Decky Umboh Berkelit, LI-TIPIKOR Mensinyalir Ada Pemalsuan Tanda Tangan Pemilik Lahan

Airmadidi, Identitasnews.com – Memasuki bulan ke 3 Tahun 2016, kejelasan pembayaran ganti rugi lahan atas pelebaran jalan Girian-Kema-Rumbia (GKR/MYC) oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XI Manado-Gorontalo, paket proyek TA 2015-2016, khususnya PPK IX, membuat warga pemilik lahan sangat dongkol.
Setelah tiga (3) menyambangi DPRD Minut ternyata keluhan warga seakan menguap di DPRD Minut, kali ini Jumat (4/3/2016), para pemilik lahan pun kembali datang bahkan ‘mengamuk’ di Kantor Dekab Minut.
Warga yang kebanyakan IRT mendesak DPRD untuk turun tangan membantu penyelesaian kasus tersebut. “Kami sangat dirugikan dengan proyek tersebut. Lahan kami juga tanaman dan material yang ada di dalamnya, diambil begitu saja. Tolong anggota dewan perhatikan nasib kami, jangan Cuma perlu dukungan suara baru turun ke warga, setelah jadi wakil rakyat, malah tutup mat,” seru Ibu Karsum Adonis, warga Desa Kema III.
Aspirasi warga untuk yang ke-empat kalinya, kembali diterima Wakil Ketua Dekab Minut Drs Denny Wowiling. Menurut Wowiling, aspirasi tersebut diserap dan anggarannya bisa saja ditata di APBD Perubahan 2016 atau APBD 2017, disesuaikan dengan keuangan daerah.
“Saran saya masyarakat membuat catatan kepada pemerintah berapa banyak kerugian yang dialami untuk diganti. Namun itu (pembayaran) tidak bisa langsung dibayar saat ini juga, harus dikaji dan dihitung lebih dulu,” kata Wowiling memebri angina segar kepada warga.

Sebelumnya, sebagian masyarakat yang bermukim di Desa Kema dimana ruas jalan ini dilalui masih menuntut ganti rugi lahan mereka. Hanya saja, tuntutan warga justru tidak dipedulikan pihak PBJN, selain tidak ada biaya ganti rugi, bahkan BPJN bersikeras telah mengantongi persetujuan berupa tanda tangan (ttd), dari sejumlah pemilik tanah, sehingga proyek ini bisa langsung dikerjakan.
“Kami bekerja sudah sesuai prosedur. Soalnya kita terima informasi resmi dari Pemkab Minut dan Kecamatan Kema, bahwa mereka sudah buat ssialisasi dan didukung tanda tanga para pemilik lahan, jadi mau apa lagi,” sebut Decky Umboh PPK IX yang ditemui FL Wartawan Koran Nasional NEWS METRO dikediamannya pada Jumat (4/3) lalu.

Akan tetapi, bukti persetujuan melalui tanda tangan bersama justru disanksikan keabsahannya oleh Ketua Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LI-TIPIKOR) DPK Minut, Semmy Tuegeh SE. Semmy menduga PPK IX-PBJN XI bohong, sebab jika itu benar tidak mungkin masyarakat terus menuntut.
 “Saya berani taruhan, semua tanda tangan itu palsu sebab yang di undang dalam sosialisasi bukan para pemilik lahan terkait. Jika itu benar mana mungkin warga buang-buang waktu beraspirasi di kantor Dekab Minut,” sembur aktivis berparas tampan itu.

Para pemilik lahan justru keberatan lanjut Semmy, begitu mendengar informasi bahwa warga Kelurahan Girian maupun warga Kelurahan Tanjung Merah, Bitung telah mendapatkan biaya ganti rugi atas tanah yang diperuntukan untuk pembangunan jalan yang menghubungkan Girian-Rumbia.
“Kalau warga Bitung selaku pemilik lahan mendapatkan ganti rugi, kenapa justru di Minut tidak mendapatkan apa-apa, ini kan perlu ditelusuri, takutnya biaya itu ada, tapi masuk ke kantung oknum-oknum tertentu,” tukas Semmy dengan nada curiga.
Sebagai Lembaga Independent yang bergerak mengawasi kinerja aparatur Negara, Semmy Tuegeh meminta pihak berwajib untuk menelusuri bukti persetujuan warga yang dikantongi PPK IX-BPJN XI. Skandal dan konspirasi pihak lain, terendus begitu kental.
“Jika itu bukti palsu, kami harap ada pertanggung jawaban dari pihak-pihak tersebut, termasuk oknum-oknum di lingkungan BPJN harus diproses hukum,” pungkas ketua LI-Tipikor Minut.(Ficky/Adit)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD