HUT SHS
Headlines News :
Home » » Para Orangtua Diminta Awasi Anaknya Jangan Sampai Buta Gara-Raga Gerhana Matahari

Para Orangtua Diminta Awasi Anaknya Jangan Sampai Buta Gara-Raga Gerhana Matahari

Written By jhon simbuang on Rabu, 09 Maret 2016 | 02.12.00

Jakarta, Identitasnews.com -  Tanggal 9 Maret 2016 (besok) adalah hari yang bisa dikata langka bagi umat manusia di bumi ini. Pasalnya, besok adalah peristiwa bersejarah dimana manusia akan melihat Gerhana Matahari Full alias 100% Bulan Menutupi sang Surya.
Bayangkan saja, peristiwa ini hanya terjadi dalam tiga ratus lima puluh (350) tahun sekali. Jadi, tidaklah heran jika umat manusia baik besar, kecil, tua dan muda, semua dirundung rasa penasaran untuk bisa menyaksikan fenomena alam ratusan tashun sekali terjadi itu.

Hanya saja, ada satu hal yang harus diperhatikan dan wajib di antisipasi terutama para oranagtua.
Bila ingin masa depan anaknya cerah, para orangtua harus mendampingi anaknya agar tidak melihat secara langsung prosesi gerhana tersebut dengan mata telanjang. 

Menurut Dr. Muhammad Bayu Sasongko, dokter spesialis mata rumah sakit khusus mata dr Yap Yogyakarta, Senin (7/3) kemarin, lensa mata anak cederung lebih jernih sehingga radiasi yang masuk lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Bagi anak-anak, rentan mengalami solar retinopati. 
"Seperti ketika melihat matahari pada siang hari dengan mata langsung, maka akan mengalami kerusakan terjadi pada makula bagian retina. Muncul titik atau bulatan hitam pada pandangan," ujar Sasongko.

Ketika radiasi masuk, lanjut Sasongko, maka akan merusak makula bagian retina. Kalau mata orang dewasa sudah tidak jernih, tetapi kalau anak-anak masih steril dan jernih. Itu akan cepat sekali mengalami kerusakan makula ketika melihat langsung gerhana matahari," jelas dia.

Akan tetapi, Bayu Sasongko juga mengajak agar manusia tidak perlu takut untuk menyaksikan peristiwa bersejarah tersebut
"Yang penting orang tua mengawasi agar anak-anak jangan melihat langsung. Masyarakat juga jangan takut. Kalau tahu cara menyaksikannya, dipastikan aman," tegasnya. 

Saat terjadi gerhana matahari , memang cahaya matahari tertutup oleh bulan, sehingga cahaya di sekitar alam menjadi redup. Tetapi meskipun cahaya matahari itu tertutup, pancaran cahayanya tak berkurang sedikit pun, hanya ukurannya saja yang menyusut.
Dan ketika kita mendongak ke atas menatap matahari, yang terjadi adalah pupil mata kita belum sempat bereaksi.
Akibatnya, cahaya matahari yang masuk ke mata berlebihan sehingga membuat mata kita bisa menjadi buta. Jadi, sebaiknya saat gerhana maupun tak ada gerhana, kita tidak menatap matahari secara langsung.

T I P S :
1.  Untuk menyaksikan gerhana matahari, gunakan kacamata khusus yang mampu menyaring sinar ultraviolet dengan panjang gelombang 100-400 nanometer. Jangan menatap gerhana tanpa henti dari awal hingga akhir. Selama melihat gerhana, istirahatkan mata, alihkan pandangan dari melihat gerhana beberapa saat.

2.  Gunakanlah alat bantu, seperti teropong, teleskop, kamera, atau instrumen optik lain untuk melihatnya. Sebab, di situ ada lensa yang dapat memusatkan cahaya. Nah, sebaiknya kamu jangan pernah melihat gerhana matahari dengan mata telanjang. Semoga kamu tidak menatap langsung sinar matahari, ya. Berbahaya untuk kesehatan matamu.(ETHA)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD