HUT SHS
Headlines News :
Home » » OKNUM GURU DIDUGA ANIAYA MURID

OKNUM GURU DIDUGA ANIAYA MURID

Written By jhon simbuang on Jumat, 04 Maret 2016 | 20.00.00

Ancaman Pemecatan dan Kurungan Penjara Menanti
DR Imen Manapode MPd

Talaud, Identitasnews.com - Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh oknum guru yang berinisial DWT alias Thobias yang melakukan tindakan kekerasan kepada salah satu muridnya disekolah SMP Katolik Barto Mangaran. Bukanya mendidik agar muridnya pintar, malah perilaku oknum guru DWT semakin menjadi-jadi.

Ditemui dikediamanya di Desa Rarange Kecamatan Kabaruan, salah satu siswa yang menjadi korban kekerasan dari oknum guru tersebut menyatakan selain gemar mencambuk siswa, DWT juga sering momake (mengeluarkan kata-kata kotor red-).
"Waktu lalu ada satu orang siswa yang mengalami musibah kecelakaan kong depe tangan patah. Itu Ibu Thobias nyanda lia tapi justru ada bilang "nyanda leh ta terus mati,"ujar salah satu siswa yang namanya tidak mau ditulis karena takut di apa-apakan sang guru fenomenal itu.

Menyikapi masalah yang cukup mencoreng dunia pendidikan tersebut, Bupati Talaud SRI WAHYUMI MARIA MANALIP SE lewat Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, DR Imen Manapode MPd. menyesalkan tindakan yang tidak terpuji dari oknum guru tersebut.

Ia berjanji akan memberikan sanksi kepada oknum guru yang dinilai gagal dalam menjalankan etika profesionalitasme guru.
"Mewakili pemerintah daerah, kami meminta kepada seluruh masyarakat amat terlebih dunia pendidikan yang ada di Talaud, mengenai citra buruk dan perilaku yang tidak profesional yang dilakukan bawahan kami, akan kami tindak berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.Tinggal dilihat seperti apa tingkat pelangaranya."ujar Manapode serius.

Kadis Dikpora Talaud jugamengatakan bahwa semestinya menjadi pelayan masyarakat harus lebih mengedepankan kesantunan, karena dari sanalah jiwa dan pelayanan seorang aparatur dapat diukur.
"Sebagai aparatur sipil negara yang telah diatur lewat UU No 5 Tahun 2014 tentang ASN, seyogyanya harus dipahami oleh semua ASN yang ada, apalagi kalau yang bersangkutan adalah tenaga pendidik. Saya menghimbau kepada seluruh ASN dijajaran DIKPORA Talaud, kalau pendidikan jangan dilakukan dengan cara-cara yang merusak,"pungkas birokrat ber-kumis yang ramah senyum itu.
Kapolres Talaud AKBP Hendra Sukaca

Terpisah, Kapolres Talaud AKBP Hendra Sukaca, saat dimintai tangapan lewat kanit I Reskrim Polres Talaud, Yulham Ashar SH juga menyangkan hal tersebut. Menurut Yulham, kalau ada laporan masuk dari masyarakat pasti akan diproses berdasarkan kaidah hukum yang berlaku.
"Untuk sementara belum ada pengaduan yang masuk,dan kalau sudah ada pengaduan pasti akan kami proses secara hukum, karena korbanya anak smp yang masih dibawa umur maka kami akan proses berdasarkan UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Disana parameternya jelas dalam pasal I angka 15a, disebutkan kekerasan adalah setiap perbuatan terhadap anak yang berakibat timbulnya kesensaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, seksual,dan/atau penelantaran, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan,pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum,"ujarnya.

Ini juga, lanjut Ashar, dihubungkan dengan pasal 9 ayat Ia dalam undang-undang yang sama. "(1a)/setiap anak berhak mendapatkan perlindungan disatuan pendidikan dari kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga ke pendidikan, sesama peserta didik,dan/atau pihak lain,"pungkasnya.(Ronal)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD