Iklan

Oh Komaaaaan… Bupati VAP Tolak Mobnas Demi Rakyat, DPRD Minut Malah Sedot Rp5 M APBD Buat Pelesirrrr…

Posted by jhon simbuang on Minggu, 06 Maret 2016


Airmadidi, Identitasnews.com – Kendati sama-sama bernasar akan pro rakyat dan akan berbuat banyak untuk mensejahterakan rakyat Kabupaten Minahasa Utara saat berkampanye dulu, ternyata antara Bupati Vonnie Anneke Panambunan (VAP) dan 30 Anggota DPRD Minut Yang Terhormat, memiliki perbedaan bagaikan langit dan bumi atau ibarat Warna HITAM dan PUTIH.

Pasalnya, kalau Bupati VAP yang dijatahi anggaran pembelian mobil nasional (mobnas) lebih memilih untuk mengalihkan jatahnya ke Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) saja demi kebahagiaan rakyat, sebaliknya tigapuluh (30) legislator Minut malahan kian meningkatkan penggerogotan uang Negara dengan menyedot kas daerah sebesar Rp5 miliar hanya untuk perjalanan dinas sepanjang tahun 2016 kedepan.

Sesuai data yang dikantongi media ini, tahun 2016 saja, dalam sebulan setiap anggota dewan mendapat jatah dua kali melakukan perjalanan dinas keluar daerah. Berarti, dengan anggaran Rp5 M, Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) setiap akhir pekan sejumlah legislator sudah terbang ke luar daerah dengan alasan bimbingan teknis (Bimtek) dan studi banding (stuban).
Kepada sejumlah wartawan, Ketua DPRD Minut Berty Kapojos membenarkan hal itu. “Akhir pekan lalu komisi A, memang melakukan perjalanan dinas ke Jogyakarta studi banding, kalau komisi B Bimtek ke Jakarta di Kemendagri,” urainya.

Perlu kita ketahui bersama, selain komisi A dan B yang sudah melakukan perjalanan dinas, Komisi C sejak Minggu (28/2/2016) lalu, rombongan Komisi C, sudah melakukan perjalanan dinas ke Kota Palu melakukan studi banding tentang galian tambang mineral bukan logam.

Ditempat terpisah, kendati dia membenarkan nominal anggaran itu, namun Drs. Denny Ronny  Wowiling selaku Wakil Ketua DPRD Minut  membantah dituding boros APBD.
“Dalam sekali perjalanan dinas, anggota dewan hanya mendapatkan Rp9 jutaan. Jika dipotong tiket, transportasi dan penginapan, praktis hanya tersisa sekitar Rp3 jutaan, untuk sekali jalan. Sedangkan efek perjalanan dinas yang dilakukan anggota dewan ini berdampak terhadap pembangunan dan kesejahteraan rakyat Minut,” ujar politisi yang akrab disapa De-Wo (Denny Wowiling red-).

Sedangkan Husein Tuahuns SH, Ketua LSM Forum Rakyat Peduli Minahasa Utara (Formitra) menilai, masalah dana studi banding legislatif itu cuma persoalan moral para anggota legislator saja.
“Memang itu hak mereka untuk ikut studi banding. Tapi apakah harus sebesar itu anggarannya? Lagipula, studi banding sejauh ini minim presentasi ke masyarakat. Harusnya legislator melibatkan media massa untuk mengcover maksud tujuan dan manfaat yang didapat legislator dari studi banding tersebut.. Coba dalam tiap keberangkatan, para legislator memplot anggaran untu 2-3 wartawan, otomatis perjalanan dinas mereka berbukti, bukannya membawa staf Setwan berlebihan tapi taka da manfaat,” sembur Husein.(ADITHYA)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

18.23.00

0 komentar:

Posting Komentar