Iklan

Mengabdi 15 Tahun, Guru Honor Hanya Digaji Ratusan Ribu Rupiah

Posted by jhon simbuang on Senin, 28 Maret 2016

HD: “Siapa Bilang Honor Guru di Naikkan, Tapada itu Pembohong Besar”


Airmadidi, Identitasnews.com - Pengabdian selama 15 tahun dua guru honorer di Minahasa Utara tidak sebanding dengan gaji yang mereka terima. Setiap bulan guru honor di salah satu taman kanak-kanak di Desa Tanah Putih, Kecamatan Likupang Barat (Likbar) hanya menikmati hasil keringat mereka Rp1,5 juta sebulan.
“Kondisi ini sudah terjadi sejak lama. Dan hingga kini tidak ada perhatian sama sekali dari Pemkab,” kata kedua guru sembari meminta nama mereka dirahasiakan.
Meski hanya dibayar Rp125 ribu, mereka tetap tulus memberikan pendidikan kepada anak didik.  “Ini tugas negara dan mengabdi memberikan ilmu kepada generasi muda merupakan hal terbaik,” tandas mereka.
Ketua GMBI distrik Minut Howard Marusi, menyayangkan kinerja Dikpora Minut yang mengabaikan kesejahteraan guru. Dia berharap Bupati Minut Vonnie Panambunan dan Wabup bisa menindaklanjuti masalah ini. “Kami yakini bupati dan wabup memberikan yang terbaik untuk kesejahteraan guru,” tandasnya.
Lain lagi isteri dari HD seorang wartawan asal Desa Kolongan Tatempangan atau Koltem, (Perumahan ASABRI) yang kesehariannya bekerja sebagai guru honor disalah satu Sekolah Dasar (SD).
Wanita berlatar belakang Sarjana Pendidikan itu, menurut sang suami, tidak pernah menerima honor secara wajar. “Paling-paling satu bulan dibayar Rp. 500 ribu atau 600 ribu saja,. Itupun dibayar nanti tiga (3) bulan sekali,” keluh HD.
Statement  Kadis Pendidikan Drs. S Maxmelian Tapada beberapa lalu di salah satu media, menurut HD hanya omong kosong belaka.
“Siapa bilang honor guru dinaikkan, Tapada itu pembohong besar,” tandasnya.
Sampai berita ini naik, Kadis Pendidiakan Pemuda dan Olahraga Minut, Drs Simpersley Maxmelian Tapada, sangat sulit ditemui untuk di konfirmasi hal itu.
Ruang kantor Tapada jarang dibuka sejak peristiwa skandal Block-Grant 2012 silam, Maxmelian Tapada jarang berlama-lama diruangan kantornya.
Hal ini patut diberi tanda kutip oleh Bupati Minut yang baru, pasalnya Tapada sudah bertahun-tahun menjabat Kepala Dinas Pendidikan, sedangkan banyak masalah disekolah-sekolah tidak pernah teratasi, contohnya penggunaan Dana BOS yang diduga kuat rata-rata menyimpang dari prosedur yang ada.(Ficky/Adit)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

19.00.00

0 komentar:

Posting Komentar