HUT SHS
Headlines News :
Home » » Mabuk, Saling Rebutan HP, Abeng Tega Tebas Isteri dan Putera Sulung

Mabuk, Saling Rebutan HP, Abeng Tega Tebas Isteri dan Putera Sulung

Written By jhon simbuang on Kamis, 31 Maret 2016 | 05.30.00

Henny Terancam Kehilangan Sebelah Lengan Kiri, Tengkorak Kepala Retak Kena Tebasan 'Teladu'


Airmadidi, Identitasnews.com – Pepatah  SEBUAS-BUASNYA HARIMAU, TIDAK PERNAH DIA MEMANGSA ANAK-ISTERINYA, Ternyata tidak berlaku bagi pria Albert Mamahit (38) warga Desa Kaasar Kecamatan Kauditan Minut.
 Pasalnya, kalau harimau saja tidak mau menyakiti anak-isterinya justeru pria yang dikenal dengan panggilan ABENG ini justeru sebaliknya. Karena sudah dipengaruhi minuman keras, pria yang sudah di-cap warga sebagai sampah masyarakat tersebut, tanpa belas kasihan tega menganiaya putera sulung dan isterinya dengan sebilah parang 'Teladu' (parang untuk naik kelapa) Rabu (30/3) pukul 20.00 witta dikediamannya.

Alhasil, dua korban (ibu dan anak) tumbang lalu dilarikan warga ke rumah sakit Hermanah (Lembean) Kecamatan Kauditan, untuk mendapat pertolongan medis.Kedua Korban masing-masing bernama Henny Kambey (40) Putera sulung Glenn Mamahit (17), langsung ditangani dokter dan piket UGD RSU Hermana.

Kalau Henny Kambey mendapatkan tujuh (7) luka menganga akibat ditebas parang, masing-masing 2 tebasan di punggung pergelangan lengan kiri, 3 tebasan di pundak kiri, 1 tebasan di atas pelipis mata kiri, serta 1 luka menganga lebar lima jari dari bawah leher bagian belakang (bawah punggung).

Sedangkan Glenn Mamahit menderita luka robek di punggung telapak tangan kiri dan pundak kirinya.
Dari keterangan dokter piket, Lengan kiri Henny terancam putus, tulang tengkorak retak, punggung terbelah dengan luka menganga cukup besar, dan puteranya Glenn mengalami 1 buah luka serius (jari telunjuk lengan kiri nyaris putus).
“Kalau Glenn bisa kami tangani disini sampai sembuh karena luka terrgolong ringan, dan Henny ibunya akan di rujuk ke RSUD Prof Kandouw mengingat ada luka serius di pergelangan tangan kiri, pundak, dan tulang kepala,” jelas dokter piket.

Usai ditangani medis, Glen Mamahit korban kebiadaban ayah kandungnya Albert Mamahit (Abeng), saat itu ayahnya pulang dalam keadaan sudah setengah mabuk. Tiba-tiba ayahnya merampas ponsel miliknya dengan niat membanting hp tersebut.
Tidak sudi hp-nya dirusak , Henny sontak mendekat bermaksud merampas ponsel satu-satunya milik putera sulung mereka (Glenn red-). “Mama mo ambe itu hp karna mama tako papa mo banting. Karena papa bakuat nda mo kase, akhirnya kaca hp pecah,” tutur Glenn.
Karena sedih hp miliknya rusak, Glenn sedih dan marah sehingga dia merampas hp yang sedang diperebutkan ayah-ibunya. Saat berada ditangannya, Glenn menunut agar Ayahnya mengganti hp-nya yang sudah rusak akibat diperebutkan kedua orang-tuanya.
“Karena Abeng tidak mau bertanggung jawab atas kerusakan hp itu, Glenn marah dan terjadi saling dorong antara Abeng dan Glenn. Tiba-tiba Abeng memukuli Glenn dan Glenn melawan,” tutur Jundry saksi pasca kejadian itu.

Sebagai paman dari Albert (Abeng/pelaku penganiayaan red-), Jundry (28) menegur Abeng agar jangan memukul anak sendiri. Tapi teguran Jundry tidak dihiraukan Abeng yang sudah mulai kalap.
“Abeng kian menjadi-jadi dan terus memukuli Glenn. Tidak tega melihat itu, saya menghalangi, tapi saya juga jadi sasdaran amukan Abeng,” tandas pria yang akrab disapa Unyil itu.

Jundry tidak tahu lagi kejadian sel;anjutnya sampai terjadi penganiayaan berdarah itu, sebab setelah sempat adu jotos dengan Abeng, dirinya langsung meninggalkan TKP. “Saat perkelahian itu saya tidak melihat Abeng pegang Teladu, tapi waktu dijalan bergoncengan pulang, Abeng bilang dia akan menggosok Teladu untuk dipakai naik kelapa besok pagi,” tandas Jundry.

Sangat disayangkan, baik Kapolres Minut, Kasat Reskrim saat dihubungi via ponsel oleh wartawan untuk dimintai keterangan, tidak ada ponsel yang aktif (sejak pukul 23.00  sampai pukul 03.00 witta). Sedangan Kapolsek Kauditan saat disambangi pukul 03.30 witta, tidak ditempat.

Direskrimum Polda Sulut Kombespol Pietra Ratulangi, yang dihubungi pukul 03.45, membenarkan kejadian itu. Pihaknya sudah bergabung dengan aparat Polsek Kauditan, melakukan pengejaran terhadap Albert Mamahit (Abeng) pelaku penganiayaan ibu dan anak itu.
"Personil Tim Manguni telah turun memback-up tim Buser Polsek Kauditan melakukan pengejaran ke perkebunan Minawerot (sebutan untuk wilayah Kecamatan Kauditan),” jelasnya.
Sampai berita ini diterbitkan Kamis (31/3) pukul 05.30 witta, aparat masih terus melakukan pengejaran terhadap Abeng.(JOHN)
Share this post :

+ komentar + 1 komentar

31 Maret 2016 16.11

sadis skali koman!!!!!

Poskan Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD