Iklan

Lewat Surat Bupati VAP Minta Gubernur OD Keluarkan PT MMP Dari Pulau Bangka

Posted by jhon simbuang on Selasa, 29 Maret 2016

 Vonnie: “Saya Tidak Ingin Ada Pertambangan di Pulau Bangka... ... PT MMP Harus Pergi”


Airmadidi, Identitasnews.com – Keraguan masyarakat Pulau Bangka tentang janji Bupati Vonnie Aneke Panambunan (VAP) untuk berpihak pada hak dan nasib warga, sudah jelas.
Ketika hubungan NKRI sedang menghangat dengan Negara Cina terkait manufer pihak Cina yang begitu berani masuk melakukan pencurian ikan dan benda-benda antik di wilayah Natuna, di Minut bupati VAP dengan tekad bulat menyatakan secara resmi bahwa dirinya membela masyarakat Pulau Bangka.

Selasa (29/3) tindakan tegas akhirnya diambil Vonnie terhadap PT Micgro Metal Perdana (MMP) yang melakukan kegiatan pertambangan pasir besi di Pulau Bangka, Kecamatan Likupang Timur (Liktim).
Bupati usungan hampir seluruh masyarakat Pulau Bangka itu mendesak agar PT MMP segera menghentikan aktifitasnya dan secepatnya keluar dari Pulau Bangka.“Saya tidak ingin ada pertambangan di Pulau Bangka. Pulau Bangka lebih tepat jadi sektor Pertanian. Dan PT MMP harus pergi,” kata Panambunan.

Menindak lanjuti pemberhentian PT MMP di Pulau Bangka, Panambunan telah menyurati Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE sebagai pemegang keputusan terhadap kegiatan pertambangan di Sulut.
“Tadi kami sudah menyurat ke Gubernur karena beliau yang mengambil keputusan. Saya katakan saya tidak main-main soal ini. Tidak boleh ada kegiatan tambang di Pulau Bangka. Apalagi sudah ada putusan dari Mahkamah Agung,” tegas Panambunan.

Perlu diketahui bersama, Vonnie Aneke Panambunan sebelum menjadi Bupati Minahasa Utara, adalah sosok investor yang bergerak dibidang PERTAMBANGAN. Jadi, langkah dan keputusan yang dilakukan VAP tentang larangan penambangan di Pulau Bangka, tentu saja sudah melalui berbagai rasio.
“Iya, Ibu Bupati telah melakukan sharing dengan penasehat beliau, Pulau Bangka itu menurut Ibu lebih tepat jadi sona pariwisata dan perikanan,” beber Kabag Humas dan Protokoler, Drs. Sem Tirayoh.(ADIT/FICKY)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

20.30.00

0 komentar:

Posting Komentar