HUT SHS
Headlines News :
Home » » Imbauan Warga Pulau Bangka Agar Bupati Minut Usir PT MMP, Terjawab !

Imbauan Warga Pulau Bangka Agar Bupati Minut Usir PT MMP, Terjawab !

Written By jhon simbuang on Senin, 28 Maret 2016 | 22.00.00

Saguh Sebut MMP Masuk ke Bangka,Tak ada kordinasi


Airmadidi, Identitasnews.com – Kiprah PT Micgro Metal Perdana (MMP) untuk melanjutkan pekerjaan di Pulau Bangka Kecamatan Likupang Timur Minut, kian menipis dan terancam pupus setelah upaya banding yang dilayangkan ke MA tidak diterima mengingat banyak dampak dan pihak yang dirugikan.
Menariknya, kendati PT MMP sudah dinyatakan kalah dalam amar putusan Mahkamah Agung (MA) atas gugatan masyarakat Desa Kahuku, Ehe, Libas dan Lihunu, sekitar dua tahun silam, dan beberapa waktu lalu upaya banding ditolak MA, perusahaan pertambangan Bijih Besi itu masih juga bersikukuh untuk melanjutkan pekerjaannya dengan segala daya-upaya.
Selang beberapa waktu kemudian, kembali warga mendapati satu unit kapal landeng dari Pelabuhan Bitung, membawa satu unit excavator ke dermaga Kahuku, kemudian menurunkan excavator tersebut di Desa Kahukudihadapan ratusan pasang mata warga.
Menurut keterangan warga, alasan PT MMP hadir kembali disana hanya untuk mencopot instalasi milik mereka yang sudah pada rusak dibongkar warga yang kecewa karena gaji mereka tidak dibayar.
Beberapa waktu lalu warga memergoki ada empat (4) orang berbahasa Cina sedang beraktivitas disalah satu gudang milik PT MMP di Desa Kahuku. Malu dipergoki warga, salah satu diantara mereka ngotot nyaris merampas kamera milik wartawan media ini.
“Untung saja kami menghindar sehingga hal itu tidak terjadi. Tapi kami merasa aneh, kenapa orang asing disini gentayangan, padahal mereka sudah tak diterima MA,” tanya Jhon Haerani aktivis SAVE BANGKA ISLAND.
Dirinya meminta aparat dan pemerintah menelusuri legalitas para pekerja Cina tersebut. Sebab dugaan kuat sudah ada yang tidak beres antara para pekerja asing dengan pihak IMIGRASI.
“Kami minta Polres Minut mendalami dugaan konspirasi antara para pekerja asing PT MMP dengan pihak IMIGRASI, kami curiga mereka hanya memakai VISA TURIS, apakah itu tidak melanggar aturan,” tandas Jhon Haerani.
Kehadiran Mr. Yang dan alat excavator di Pulau Bangka saat itu cukup menggemparkan warga, terlebih tanpa disadari pengusaha Cina itu, saat kapal mereka menyeberang, ada warga yang meng-upload beberapa foto dan langsung di share ke jejaring social.
Kapolsek Likupang AKP Saguh Rianto membenarkan kalau beberapa waktu lalu, ada pendaratan kapal landeng milik PT ke Pulau Bangka. Tapi pihaknya tidak menerima pemberitahuan. “Tidak… tidak ada pemberitahuan apa-apa baik dari PT MMP, maupun pihak manapun juga,” sebutnya.

Dinamika serta polemic antara masyarakat Pulau Bangka dan PT MMP ternyata terus didalami Pemkab Minahasa Utara. Bupati Minut Vonnie Aneke Panambunan melalui Kabag Humas Protokoler Sem Tirayoh mengatakan bahwa kemarin FORKOPIMDA Minut telah menggelar rapat.
“Pemerintah tidak akan tinggal diam akan hal itu, setelah semuanya rampung, pemerintah akan menentikan langkah persuasive mengingat masyarakat sudah cukup resah sehingga menganggap pemerintah membela PT MMP,” katanya.

Dugaan masyarakat itu lanjut Tirayoh tidak benar, sebab pemerintah sedang mendalami keabsahan daripada hasil Putusan Mahkamah Agung atas kasus MMP dan warga. “Setelah mengetahui PT MMP sudah kalah di MA, sekarang kami tinggal menunggu hasil resmi yang mana MA telah menolak upaya Banding dari PT MMP. Jika semuanya sudah jelas, otomatis kita sudah harus menentukan sikap dengan mengeluarkan PT MMP dari Pulau Bangka,” tandas Sem Tirayoh.(ADIT/FICKY)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD