Iklan

HUTAN LINDUNG MANGROVE LIKUPANG RAYA TERANCAM PUNAH

Posted by jhon simbuang on Rabu, 16 Maret 2016

 Dishut Minut Amankan 102 Batang Mangrove


Airmadidi, Identitasnews.com - Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara harus lebih memperhatikan nasib dari Hutan Mangrove di wilayah pesisir Likupang Raya.
Pasalnya, pelaku penebangan dan pencurian kayu peindung pesisir pantai dan kepulauan yang kita kenal dengan nama Kayu Ting (Mangrove) itu, gencar diburu masyarakat.

Alhasil, jumlah mangrove dewasa yang berdiri untuk menyimpan makana dan tempat tinggal ikan laut, terancam habis karena siang-malam ditebang.
Ancaman baru-pun menanti. Setelah mangrove dewasa sudah pada habis, maka mau tidak mau, warga-pun secara perlahan mulai mengambil mangrove tersebut.
Menyikapi hal itu, Dinas Kehutanan Minut nerkordinasi dengan pemerintah desa-desa di Pesisir Likupang Raya, menggelar operasi rutin.

Foto: Kasi Pemeriksaan dan Penyidikan, Melky Saburu SE 
Beberapa waktu lalu tim Dishut Minut, mengendus ada praktik penebangan liar di Desa Paputungan Kecamatan Likupang Barat.
Tim yang terdiri dari delapan (8) personil, berhasil mengamankan barang bukti berupa tonggak runcing seperti pensil), teronggok rapih dibibir pantai.

Kadishut Drs. Nico Macawalang melalui Kasi Pemeriksaan dan Penyidikan, Melky Saburu SE membenarkan penangkapan itu.
"Berdasarkan peta yang ada, secara naluri, kami mendapati dua (onggokan) kayu mangrove sebanyak 102 batang dengan panjang 3-4 meter lingkaran 25-30 cm," katanya Rabu (16/3).

Menurut Saburu, kayu-kayu Ting (Mangrove) itu sudah siap diangkut dan dipakai. "Dari keterangan warga kayu-kayu ini akan dibuat tiang-tiang pancang SERO (alet pemelihara ikan di laut)," ujarnya.

Melky juga mengatakan, pihaknya telah mendapat informasi yang mana para penjarah dan pengrusak Hutan Mangrove diwilayah daratan maupun Kepulauan Likupang Raya, berani merusak rumpun mangrove untuk dan memotong kecil-kecil.
"Potongan-potongan itu dijual ke pengusaha untuk dijadikan kayu bakar maupun bahan arang," jelasnya.

Para penjarah dan perusak hutan Mangrove kanjut Melky Saburu, sangat rentan dengan aturan dan hukum yang berlaku di NKRI.
"Wilayah ini masuk dalam zona Hutan Lindung Mangrove. Para perusak Hutan Lindung dikenai UU 18 2013 Pasal 12Tiap orang dilarang menebang pohon di kawasan hutan yang tidak sesuai dengan Isin Pemanfaatan Hutan, Ketentuan Pidana Pasal 82 Huruf a, b, dan c," tukas dia.

Saburu juga mengingatkan warga, agar jangan lagi merusak kawasan Hutan Mangrove disepanjang wilayah Likupang Raya mengingat sangsi hukum yang ada.(Ficky/Adit)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

18.00.00

0 komentar:

Posting Komentar