Iklan

FBI DEMO BPJN XI, Ir. SAM LONGDONG TIDAK DI KANTOR, HUMAS GELAGAPAN

Posted by jhon simbuang on Senin, 21 Maret 2016

Puluhan Paket Proyek Miliaran Rupiah Ditayang, Tak Ada Kontraktor dan Konsultan Lokal di Loloskan

Airmadidi, Identitasnews.com - Kinerja Balai (BPJN) XI perlu didalami dan ditelusuri dengan seksama oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (KEMENPAN). Pasalnya ranah vertikal Kementerian PU Dirjen Bina Marga yang berkantor di Desa Suwaan Kecamatan Kalawat Minahasa Utara ini, terkesan tertutup terhadab berbagai informasi padahal program kerja dan kewenangan lingkup BPJN XI mencakup wilayah Sulut dan Gorontalo (Sulut-Go).

Senin (21/3) didepan Labor dan kantor Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Sulawesi Utara-Gorontalo (BPJNXI SULUT-GO), di padati ratusan manusia dari berbagai unsure menggelar unjuk rasa (demo) damai. Demo berkekuatan kurang lebih 135 orang buruh lokal itu menumpangi 12 unit mikrolet.

Baik Harry Lesar, Decky Maskikit dan Alexander Duma, ketiganya silih berganti menyampaikan orasi dihadapan staf BPJN XI yang hanya menonton sambil berbisik.
“Kasihan mereka, menyampaikan aspirasi lewat unjuk rasa, tapi bos-bos tidak ada,” bisik salah seorang staf PPK IX sambil tertawa lebar dengan rekan-rekannya.
Kepada KABALAI BPJN XI serta KASATKER, dan PPK terkait, kami sampaikan aspirasi kami sebagai berikut;
- Kami mempertanyakan  praktik dari Undang-undang Keterbukaan Publik tentang status dari 23 paket proyek Anggaran 2016.
- Kenapa tidak ada perusahaan lokal mendapat bagian padahal proyek-proyek ini akan di realisasi di Sulawesi Utara ini.
- Kalau Kabalai BPJN XI tidak merekomendasi pencopotan Chrisman Sirait, maka kami akan merekom DPR-RI dan Presiden Jokowi.
FBI juga meminta KABALAI BPJN XI Ir. Sam Longdong hadir memberi jawaban semua materi pertanyaan mereka.“Kami minta Kasatker Wilayah I hadir memberi tanggapan, kenapa semua ini terjadi seakan-akan sudah direncanakan sehingga menguntungkan pihak luar saja, padahal Presiden RI mengajak masayarakt Indonesia untuk menggalang Program NAWA-CITA,” sembur Alexander Duma selaku orator.

Sangat disayangkan, sampai FBI membubarkan diri dari tempat itu, KABALAI BPJN XI, Ir. Sam Longdong tidak kunjung muncul. Demo berdurasi 15 menit itu akhirnya disambut Kasubag Tata Usaha Cornelis Robby Waani yang didampingi Kasubag Humas Stenly Rondonuwu.
Robby Waani saat dicecar pertanyaan oleh ke-tiga pentolan Federasi Buruh Indonesia (FBI) diruang kerjanya, tampak banyak berkelit, dengan alasan, dirinya tidak tahu persis item-item pekerjaan dan nomenklatur secara teknis.

Sedangakan Stenly Rondonuwu yang seharusnya menjadi corong BPJN XI karena menjabat Kasubag Humas, malahan memilih diam. Nanti setelah dikejar wartawan, barulah Rondonuwu member beberapa penjelasan.
“Terkait isi dari demo FBI tadi, saya akan menyampaikan kepada Pak KABALAI BPJN XII, kemudian nanti dibahas apa dan bagaimana solusi dari semua itu,” katanya dengan nada suara nyaris terbata-bata.
Sebelum bubar meninggalkan BPJN XI, Ratusan demonstran FBI kembali mengingatkan bahwa apabila permintaannya tidak ditanggapi serius, maka mereka akan kembali dengan jumlah yang lebih besar.
“Kalau tidak ada signal positif dan serius, maka kami akan dating lagi dengan jumlah yang besar. Seanjutnya, kami akan membawa laporan ke Kementerian PU, Mabes Polri dan terakhit ke KPK,” kata Decky Maskikit.(red)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

18.30.00

0 komentar:

Posting Komentar