Iklan

Dilapor Bupati Talaud Lakukan Korupsi, Jacob Mangole Meradang

Posted by jhon simbuang on Selasa, 08 Maret 2016

Jacob Mangole: "Saya sebut itu Fitnah dan Rekayasa"


Talaud, Identitasnews.com - Gonjang-ganjing tentang Laporan Dugaan korupsi Bupati Talaud  oleh LSM GTI Sulut ( Garda Tipikor Sulawesi Utara ) ke Kejati Sulut beberapa waktu silam, cukup menciptakan beberapa kubu pro dan kontra di Bumi Porodisa alias Kabupaten Kepulauan Talaud.
Salah satu yang paling merasa kesal dan dibuat geram adalah Anggota Dewan Kabupaten Talaud, lebih khusus Wakil Ketua Dewan Jacob Mangole. Politisi partai Moncong Putih (PDI-P) yang dikenal sedikit bicara namun memilih berbuat ini akhirnya angkat bicara.

“Laporan dugaan korupsi yang di lakukan oleh Bupati Talaud SWM  Itu fitnah. Hal tersebut  di lakukan oleh orang orang yang tak bertanggung jawab ” kata Mangole beberapa waktu lalu.
Pihak yang melaporkan dugaan korupsi tersebut, menurut Mangole, adalah orang orang yang tidak memahami tata cara dan mekanisme serta hal hal yang terjadi dalam  penetapan APBD Talaud 2015.
“Dalam kutipan koran aspirasi rakyat beberapa waktu lalu, Pimpinan DPRD tandatangan persetujuan tanpa di bahas dengan Banggar DPRD, saya tegaskan itu tidak benar, itu fitnah. Kenapa, karena saya yang memimpin rapat banggar DPRD dan TAPD itu, “semburnya.

Jacob Mangole menambahkan bahwa setelah di laksanakannya rapat Banggar DPRD dan TAPD itu,  kemudian mereka lanjutkan dengan rapat internal Banggar pada tanggal 30 Desember 2014.
“Ada kok Berita Acara kegiatan rapatnya, jangan mengada – ada. Berarti sudah secara terang benderang apa yang di laporkan oleh orang- orang yang tak bertanggung jawab yang juga di lansir salah satu Koran harian. Itu merupakan hal yang tidak benar atau fitnahan yang mempunyai tujuan khusus menjatuhkan nama bupati,” tukas politisi yang ramah itu.

Mangonda juga mengajak para aktivis untuk lebih professional dalam menyuarakan kebenaran, demi masyarakat dan pemerintah. ”Janganlah bermain- main seperti itu,, marilah kita berikan contoh yang baik kepada masyarakat kita. Berilah mereka kedewasaan berdemokrasi, jangan mengajari masyarakat dengan pola teror politik seperti ini,” pungkasnya.(Onal)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

19.30.00

0 komentar:

Posting Komentar