Iklan

AGAR KONTRAKTOR DAPAT BERNAFAS, HARGA BATU ANDESITE HARUS DIREVISI

Posted by jhon simbuang on Selasa, 15 Maret 2016


Airmadidi, Identitasnews.com - Kebocoran dana pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) diduga salah satunya dari sektor pertambangan.
Pasalnya, pengusaha tambang galian C di Minahasa Utara (Minut) mengeluh minimnya order batu akibat penetapan harga kubikasi batuan mineral bukan logam melalui peraturan bupati Nomor 6/2011 dipatok Rp195 ribu per kubik.
Itu sangat tidak relevan dengan kondisi harga pasar dikisaran Rp135-150 ribu per kubik. Buntutnya, banyak kontraktor mengorder batu dari Kota Palu yang harganya jauh lebih murah, dibawah pasaran lokal yang berakibat mematikan pengusaha lokal, termasuk pengusaha tambang di Minahasa Utara (Minut). Hal ini kian berdampak terhadap pajak dari sektor riil, akibat minimnya transaksi.(Ficky)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

19.30.00

0 komentar:

Posting Komentar