Iklan

Warga Kuwil-Kaleosan Minta VAP-JO Prioritaskan Nasib Jembatan Kawangkoan-Kuwil

Posted by jhon simbuang on Rabu, 17 Februari 2016

Airmadidi, Identitasnews.com – Kendati masih seumur jagung, bahkan baru dalam hitungan hari menjabat Bupati dan Wakil Bupati Minut, Pasangan Vonnie Aneke Panambunan – Joppi Lengkong, harus  tancap gas dalam kinerjanya. Pasalnya, sepeninggal pejabat yang lama, ternyata masih banyak aspirasi rakyat Tanah Tonsea yang belum terealisasi. Sebut saja Jembatan Kawangkoan-Kuwil.
Jembatan yang menghubungkan antara Desa Kuwil dan Desa Kawangkoan ini hanya didiamkan oleh Pemerintah Pusat selama 2 tahun lebih.


Jembatan Kuwil ini hanya begitu-begitu saja, tidak ada perubahan, yang berawal dari Jembatan bambu yang hanya bisa di lewati dengan jalan kaki saja, lalu di renovasi oleh Masyarakat desa Kuwil dan Pemerintah Desa Kuwil ini dan sudah bisa di lewati oleh motor, kemudian di renovasi lagi dan sudah bisa di lewati pakai mobil.

Bulan Juli Tahun 2015 jembatan kuwil ini di resmikan oleh mantan Bupati Minut Drs.Sompie Singal karena sudah bisa di lewati oleh Motor maupun Mobil terkecuali Dum Truck.

“Waktu itu Sompie berjanji jembatan kuwil akan segera di perbaiki, namun sampai saat ini, sampai dia sudah tidak menjabat lagi sebagai bupati Minut, jembatan kuwil tidak pernah di perbaiki,” tutur Pak Tommy warga Desa Kaleosan.

Untung saja, lanjut Pak Tommy, pemerintah Desa Kuwil mampu berupaya membuat jembatan darurat. “Bae leh Kumtua Kuwil ipe pikiran cepat. 2 tahun lebih torang pe jembatan ini ada rusak, dia gerakkan masyarakat supaya masyarakat deng pemerintah desa baku bantuh beking ini jembatan sampe jadi rupa sekarang, "ujar Jerry salah satu warga Desa Kuwil.

Sampai hari ini, jembatan Kuwil yang patah tergerus banjir bandang pada peristiwa 15 Januari 2014 silam, masih berada pada posisinya. Sedangkan disampingnya sudah berdiri jembatan sederhana yang dibangun warga Desa Kuwil dan Desa Kaleosan secara gotong – royong dengan lebar sekitar lima (5) meter sehingga kendaraan yang lewat, hanya mampu untuk satu kendaraan roda empat saja. Itupun oleh warga, tidak mengijinkan kendaraan berat melalui jembatan itu.
Kepala Desa Kuwil Hengkie Lifinus Runtuwene membenarkan upaya mereka. “Kalau tidak ada upaya dari kami dan masyarakat kami, mungkin Jembatan Kuwil ini belum jadi seperti saat ini. Kasihan para siswa-siswi dan pegawai yang harus memutar lewat Airmadidi, sedangkan ada jalan yang lebih praktis," bebernya.
Sangat disayangkan, sampai hari ini jembatan penghubung Desa Kawangkoan, Desa Kuwil, Kaleosan dan Desa Sampiri tersebut belum tersentuh anggaran pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.
“Semasa dipimpin Bupati Sompie, memang ada Dana ADD yang kami sepakati untuk menambah pembangunan jembatan tersebut. Tapi tak seberapa, karena saat ini pemerintahan sudah dipegang Bupati Vonnie Panambunan dan Wakil Bupati Joppi Lengkong, kami berharap ada penanganan yang serius dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yang baru, sebab kami juga merupakan penyumbang devisa bagi kabupaten tercinta ini,” tandas Hengkie.(Adit/Ficky)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

18.00.00

0 komentar:

Posting Komentar