Iklan

Penyalahgunaan Dana BOS di Minut Sudah Terjadi Bertahun-tahun, Aparat Hukum Seakan Diam

Posted by jhon simbuang on Kamis, 25 Februari 2016

Husaen Tuahuns SH

Airmadidi, Identitasnews.com – Kubu Inspektorat Minahasa Utara (Minut) telah mengarahkan bidikannya pada dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD di Kecamatan Kalawat, terkait keluhan dan bocoran yang masuk dari para orangtua murid.
“Kita akan menindaklanjuti keluhan orang tua murid di Kecamatan Kalawat. Sebab, pemanfaatan dana BOS merupakan dana untuk membantu siswa kurang mampu dalam proses belajar mengajar di sekolah,” kata Kepala Inspektorat Robby Parengkuan kepada beberapa wartawan beberapa waktu lalu.
Dana BOS itu, terang Parengkuan, digunakan untuk membantu siswa bukan menjadikan kepala sekolah (Kepsek) sebagai BOS. “Sebelum turun saya akan melapor dulu ke Bupati dan Wakil Bupati. Jika tak ada aral melintang dalam waktu dekat kita sudah akan melakukan pemeriksaan terkait pemanfaatan dana BOS di sekolah-sekolah,” tutupnya.
Perlu diketahui bersama, di sejumlah SD di Kecamatan Likupang Timur dan Kalawat sekolah tidak jarang  membebani siswa dengan dengan berbagai tuntutan untuk membeli buku cetak. Bahkan dipungut uang Rabu dan Kamis.
Namun menariknya, sampai berita ini naik, belum pernah satu kalipun ada pihak penyalahgunaan Dana BOS itu diproses hokum oleh aparat hokum di Minut.
Gerah atas semua itu, mantan politisi Minut Husein Tuahuns SH meminta Dinas Pendidikan untuk maksimalkan pengawasan. Dia juga mengajak aparat hukum melakukan penyelidikan kepada sekolah-sekolah yang terindikasi salah memanfaatkan dana BOS.
“Kami juga menerima kabar ada dana BOS yang diperuntukkan bagi guru-guru PNS. Selain itu, ada kepsek salah satu SD didepan Bank Prismadana Airmadidi, sudah salah memakai Dana BOS, masih juga meminta uang listrik dan sewa tempat tinggal dari para guru. Ini sudah tidak benar,” semburTuahuns.
MAX TAPADA
Terpisah, Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Minut, Drs Maximelian Tapada MSc kepada sejumlah wartawan mengatakan, pihaknya sementara mengumpulkan laporan terkait pengelolaan dana BOS. “Kalau ada indikasi pelanggaran kita tindak lanjuti. Lagi pula pencairan BOS langsung ke rekening sekolah,” jelas Tapada seakan enggan berkomentar lebih.(Adit/Ficky)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

20.00.00

0 komentar:

Posting Komentar