Iklan

Penumpang Lion Air Terlantar di Bandara Samratulangi

Posted by jhon simbuang on Jumat, 05 Februari 2016

Manado, Identitasnews.com – Kejadian pesawat delay seperti ini, kalau di Kota Jakarta, Surabaya, Makasar, bukan hal yang baru. Tapi di Kota Manado, hal seperti ini masih jarang terjadi. Namun hal seperti ini tentu saja sangat menyengsarakan dan merugikan para penumpang.
Jumat (5/1), penumpang peesawat Lion Air JT-749 jurusan Manado-Surabaya ditengarai telah diterlantarkan  di bandara Samratulangi Manado. Penumpang yang sudah memiliki tiket penerbangan berjumlah kurang lebih 30 orang terlantar di bandara karena terjadi over seat.

Menariknya, dari sekian penumpang, ternyata ada 2 penumpang transit jurusan Ternate-Surabaya ikut terlantar di bandara Samratulangi karena tidak bisa naik pesawat Lion Air lanjutan. Padahal, pembelian tiket mereka jurusannya Ternate-Surabaya telah berhasil, namun kandas di Manado. Para penumpang tidak diberikan solusi oleh dari staf Lion Air.

”Masing-masing penumpang mempunyai urusan yang sangat penting ketika memilih jadwal penerbangan yang dipilih. Ketika dikonfirmasi ke pihak Lion Air, tidak ada solusi yang diberikan. Padahal sebenarnya masalah itu bisa diselesaikan ketika ada salah seorang penumpang yang menyarankan agar Pihak Lion Air membicarakan bersama semua penumpang agar bisa didapat solusinya,” tutur IR salah satu penumpang yang kesal.

Salah seorang staf Lion Air mengatakan alasannya, ada kesalahan teknis dari petugas Lion Air di Surabaya yang memberangkatkan pesawat type 800 AR ke Manado yang seharusnya type 900 AR sehingga jumlah tiket yang terjual tidak seimbang dengan kapasitas pesawat yang datang.
Ini merupakan kesalahan fatal karena seharusnya sistem sudah terkonek langsung ke online penjualan tiket Lion Air dengan type pesawat mana yang akan mengangkut penumpang yang sudah membeli tiket. “Apaapaun alas an mereka, kami tidak perlu tahu, sebab kami sudah dirugikan. Kami harusnya mendapat hak sesuai Undang-undang Perlindungan Konsumen,” sembur MI penumpang lainnya.

Sampai 1 jam pesawat diberangkatkan penumpang yang ketinggalan masih diterlantarkan. ”Seharusnya kalau ada masalah seperti ini selayaknya sang manager yang ambil alih bukan staf-staf lagi. Karena para staf tidak bisa mengambil kebijakan dengan persoalan begini. Banyak masalah bahkan ketugian baik materi maupun kepercayaan yang timbul dr tiap-tiap penumpang akibat ketinggalan pesawat. Lebih parah lagi, sdh terlantar dibiarkan kehausan dan kelaparan. Air putih saja tidak disuguhkan,” tandasnya..

Sebenarnya masih ada 4 seat yang bisa ditambahkan penumpang tetapi keempat seat itu dipertahankan diisi oleh crew Lion Air yang akan melayani pesawat lain di Surabaya. Sudah membuat kesalahan fatal yang merugikan penumpang, tapi pihak maskapai masih mengutamakan kepentingan maskapai sendiri karena mereka lebih memilih naikkan crew Lion Air daripada penumpang yang amat sangat berkepentingan untuk berada di Surabaya.
“Jika pemerintah dan aparat di Sulut tidak mengambil tindakan tegas, kedepan nanti akan terjadipraktik merugikan konsumen lebih parah lagi,” tandas IRT asal Manado itu.(red)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

19.00.00

0 komentar:

Posting Komentar