HUT SHS
Headlines News :
Home » » Oma Mikha Kaget Tanah Peninggalan Orangtuanya Sudah Jadi Milik Adik Ipar

Oma Mikha Kaget Tanah Peninggalan Orangtuanya Sudah Jadi Milik Adik Ipar

Written By jhon simbuang on Minggu, 28 Februari 2016 | 22.00.00

"Siapa saja yang ingin membeli tanah itu, saya harap jangan berani ambil resiko" 


Foto Ilustrasi Rumah Adat Minahasa
Airmadidi, Identitasnews.com - Para pelaku bisnis khususnya bisnis tanah di Kabupaten Minahasa Utara, sebaiknya berhati-hati agar tidak terjerat masalah hukum. Begitu juga pihak Bank yang bergerak dalam bisnis agunan tanah/lahan atau rumah, di imbau sebaiknya untuk lebih teliti agar dikemudian hari tidak tersandung masalah hak milik orang.

Kasus sengketa tanah di Minut ternyat begitu rancu sehingga tidak sedikit masalah budel (tanah warisan) orangtua, terpaksa harus dimeja hijau demi memanangkan salah satu pihak.

Kasus ini terjadi di Kelurahan Airmadidi Bawah Lingkungan IV. Menurut keterangan Oma Mikha Sumakud (75) salah satu anak Keluarga Sumakud - Runtuwene, dulu orangtua neneknya (Oma Sorot Lintje Mantiri) mewariskan tanah kepada Lintje Runtuwene yang menikah dengan Hendrik Sumakud.

Dengan demikian, nama keluarganya menjadi Keluarga Sumakud - Runtuwene (ayah-ibunya).
"Opa dan Oma dikaruniai tujuh (7) orang anak, masing-masing Gideon, Tabita, Salome, Mikha (saya), Pieter, Fintje, Elisabeth," jelasnya.

Karena Mikha Sumakud ikut suami tinggal di Kelurahan Airmadidi Bawah Lingkungan II, walau sudah membangun sebuah rumah di lahan itu. Mengingat Pieter Sumakud adalah adik kandungnya, maka Mikha Sumakud pun membiarkan Pieter  menempati lahan peninggalan keluarganya itu dengan harapan supaya ada orang yang mengurus lahan dan rumah peninggalan keluarga itu.

Perlu diketahui bersama, Pieter Sumakaud (Pitot) menikah dengan Yulli Ticoalu dan dikaruniakan tiga (3) orang anak.
Yang membuat Mikha Sumakud (75) dan ke-delapan (8) anaknya merasa sangat berkeberatan adalah tanah peninggalan keluarga tersebut tiba-tiba sudah memiliki sertifikat. "Setelah paman kami Om Pitot meninggal dunia, tiba-tiba pada tahun 2009, sudah ada Sertifikat atas nama Yulli Ticoalu," tutur Herman Umboh putera Mikha Sumakud.

Dari ke-tujuh (7) anak mendiang Hendrik Sumakud - Lintje Runtuwene, masih ada yang hidup yaitu Mikha, Fintje dan Elisabeth Sumakud.
 Karena saat ini semua kakak-kakaknya sudah meninggal dunia, otomatis Mikha Sumakud-lah saudara tertua dari anak-anak pemilik lahan itu.
“Pertama,saya adalah anak mendiang Keluarga Sumakud – Runtuwene. Kedua, saya anak ke 4 dan sekarang paling tua dari yang lainnya. Kenapa adik ipar saya justeru sudah memiliki Sertifikat atas tanah dan rumah itu tanpa ada komunikasi dengan saya,” tukas lansia malang itu.

Mendapat informasi yang mana, sertifikat itu juga sudah digadaikan di salah satu Bank di Airmadidi, Oma Mikha dan keluarga berjanji akan melakukan upaya hokum."Saya dan anak-anak saya akan melakukan upaya hokum. Kepada siapa saja yang ingin membeli tanah itu, saya harap jangan mengambil resiko," tutupnya.
Sementara itu dari sumenr resmi yag didapat dari Kelurahan Airmadidi Bawah Minggu (28/2), riwayat tanah milik Keluarga Sumakud – Runtuwene, memang seperti yang dikisahkan pihak Oma Mikha.
“Kebanyakan orang sini tahu riwayat tanah itu, dan inilah yang terjadi sekarang,” jelas sumber. (ADIT)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD