Iklan

MANALIP HADIRI ACARA RITUAL ADAT MANDULU'U TONA

Posted by jhon simbuang on Minggu, 07 Februari 2016

Talaud,Identitasnews.com - Masyarakat Bumi Porodisa (Kabupaten Talaud), menggelar acara Adat MANDULU'U TONA di Lapangan Sangkundiman Melonguane.
Turut hadir mendampingi Bupati Talaud SRI WAHYUMI MARIA MANALIP. SE, masing-masing WAKIL BUPATI TALAUD, Forkopinda, Pimpinan tingi pratama, pejabat tinggi pratama, pimpinan DPRD Kabupaten Talaud, bersama anggota serta pentua-pentua adat se-Kabupaten Talaud.

Acara adat MANDULU'U TONNA ini merupakan budaya/adat tradisional tapi sakral, sudah dilaksanakan turun - temurun dan diagendakan pemerintah daerah melalui Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Talaud sebagai tradisi setiap awal tahun.

MANDULU’U TONA juga merupakan ungkapan syukur atas berkat dan pemeliharaan Tuhan selama setahun, serta memohon doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa kiranya menuntun dan menyertai Masayarakat BUumi Porodisa ditahun yang baru.

MANDULU'U TONA di tahun 2016 ini mengangkat thema: RERRO DARADURAN MATARINO MATAMBUWUNNU ALUAPE (Tuhan adalah jalan kehidupan manusia)
Sub thema : RIMBUATTA MANDULU'U TONA,SUMAMBO PADARAME SUATATINO TUMUWONG PASASANGALROMA SUARARANGAN PANDIBO TARODA MASARANAUNG (dengan semangat mandulrugu tona tingkatkan kerukunan,kedamaian,bekerja membangun talaud yang lebih baik).

Acara ritual adat Mandulu'u Tonna digelar Jumat (05/02) diawali dengan dialog adat yang dilaksanakan Kamis (04/02) oleh pentua-pentua adat dari seluruh wilayah se-Kabupaten Talaud dengan semangat suirene wurru su waide.

Inilah susunan acara Mandulu'u Tonna :

1. Manaloho malambe ratu'n Taroda porodisa naranta su wanala (menyambut raja talaud "Bupati kepulauan Talaud" yang tiba diTempat acara.

2. Manaloho malambe suwuntalanu wanala ahuguanna (menyambut raja dihalaman acara).

3. Maparangan'na malambe ratu taloda su-wanala (proses adat menaikan raja talaud dari tangga gedung pada tempat upacara.

4. Manengkella nanaungan'na (membunyikan gong).

5. Mapaiannu malambe mararatu sembuntuan.

6. Maparanganu baa'a awurru  mandumatingu puang manggorrongan (menghadirkan simbol adat Talaud ketupat raksasa dan kepala babi.

Dalam sambutanya Marambe Sinangiang Ratun Taloda (Bupati Talaud red-) mengapresiasi kegiatan Adat ini. “Mari kita pertahankan kelestarian kegiatan adat berttajuk religious ini, serta menjaga dan memelihara budaya adat ini sebagai peningalan leluhur orang Talaud,” seru Bupati Sri Wahyumi Maria Manalip.

Mandulu'u Tonna ini juga, lanjut Bupati berparas ayu itu, merupakan ikon daerah Kabupaten Kepulauan Talaud. “Karena itu acara ritual adat Mandulu'u Tonna terus kita pelihara, sebab di era Pariwisata global ini, Mandulu'u Tonna mempunyai nilai historis serta harga jual tinggi seperti tradisi adat budaya di kabupaten-kota lainnya. Tidak menutup kemungkinan adat, budaya dan tradisi kita ini, akan menjadi santapan publik sampai ke mancanegara,” tandas Manalip.

Acara adat ini juga diramaikan oleh "saraingu ampania"(tarian khas talaud) yang dikuti peserta sebanyak 37 peserta se-Kabupaten Talaud. (Ronald/Donald)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

14.23.00

0 komentar:

Posting Komentar