HUT SHS
Headlines News :
Home » » Ketua Komite Polisikan Kepsek SDN Lalue di Polres Talaud

Ketua Komite Polisikan Kepsek SDN Lalue di Polres Talaud

Written By jhon simbuang on Rabu, 03 Februari 2016 | 22.00.00

Talaud, Identitasnews.com  - Ketua Komite Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lalue Kecamatan Essang Kabupaten Kepulauan Talaud, Reko Poae, S.Pd, akhirnya melaporkan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Lalue di Polres Talaud, Selasa (19/1) pekan lalu, karena diduga telah merekayasa tanda tangan dari oknum Bendahara Panitia Pembangunan Rumah Dinas (Rudis) Kepsek SDN Lalue.
“Dalam tahap pencairan anggaran tak melibatkan Bendahara untuk melakukan penandatanganan dalam proses pencairan,” ujar Poae kepada wartawan media ini.
Dalam setiap proses pencairan sebenarnya harus saling keterbukaan dengan panitia pembangunan. 
“Harus saling keterbukaan dengan panitia pembangunan agar supaya tidak ada unsur kecurigaan. Ketika ada sisa anggaran harus melihat setiap kekurangan yang ada di Sekolah yang harus dibenahi. Ketika tidak ada keterbukaan kepada panitia yang ada, sebenarnya ada apa dibalik semua itu,” tandas Poae yang juga sebagai Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud.
Ditambahkannya, pelaksana proyek pembangunan Rudis Kepsek SDN Lalue, bukan panitia pembangunan tetapi Kepsek bersama dengan istrinya. Sementara itu, Kepsek SDN Lalue, Rudy Ulalu, S.Pd, ketika dikonfirmasi dikediamannya, mengatakan dalam proses pencairan anggaran dibagi kepada Bendahara panitia pembangunan dengan Kepsek agar supaya bisa terkontrol dalam proses pengeluaran.
“Proses pencairan dibagi dengan Bendahara agar supaya bisa terawasi setiap anggaran yang masuk maupun anggaran keluar. Saya akui itu merupakan kesalahan pribadi saya, ” ujar Ulalu.
Bendahara panitia pembangunan Rudis Kepsek SDN Lalue, Yuliana Barantian mengatakan, dalam tahap pencairan anggaran di Bank BRI Unit Beo, dirinya hanya satu kali menandatangani pencairan. “Untuk Pencairan anggaran pertama dan ketiga saya tidak dilibatkan, tetapi pada pencairan anggaran kedua saya sudah menandatangani tetapi uangnya dibagi oleh Kepsek,” tegas Barantian.

Perlu diketahui Anggaran yang diberikan Kepsek sebesar Rp. 20 juta untuk pencairan tahap kedua.(TIM)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD