Iklan

Harga BBM Menyentuh Langit, Dekab Janji Akan Bertindak Tegas

Posted by jhon simbuang on Minggu, 28 Februari 2016

Timpua: “Jika ada yang sengaja melakukannya, kami pastikan akan berurusan dengan HUKUM”

Talaud, Identitasnews.com - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Talaud sudah bertahun-tahun dikuasai oleh mafia tanpa dapat disentuh ole pemerintah. Alhasil, masyarakat pula yang jadi bulan-bulanan karena harga yang menjulang tinggi.
“Setinggi apapun harganya, saya harus membeli bensin sebab sepeda motor saya harus diisi bahan bakar agar bisa jalan,” aku Yeheskiel K warga Beo.

Itu baru ungkapan segelintir masyarakat Bumi Porodisa yang menggunakan sepeda motor jenis Honda Supra Fit saja. Sepeda motor empat tak ini adalah jenis kendaraan roda dua yang paling irit, toh pemiliknya sudah menjerit. Bagaimana dengan para pemilik kendaraan bertenaga lebih besar dan boros dalam penggunaan bakan bakar?

Kerinduan masyarakat Talaud dalam pemberantasan mafia BBM yang menguasai harga bahan pokok tersebut, akhirnya mulai mendapat titik terang.
Setelah beberapa waktu lalu sejumlah angggota DPRD Talaud bekerja sama dengan Pemda turun lapangan menggelar Inspeksi Mendadak (sidak), ternyata sidak tersebut tidak sampai disitu saja.

Godfried Timpua Anggota DPRD Talaud, dalam beberapa kesempatan, terus melakukan pemantauan di sejumlah wilayah yang diduga kuat bermasalah dengan harga BBM didampingi beberapa wartawan pemerhati kesejahteraan masyarakat Bumi Porodisa.

Kemarin, Timpua dan Tim sempat mampir di Desa Bambung, mencoba menambah sedikit BBM (premium). Tim begitu terperanjat mendapati harga BBM yang tidak pantas di pasaran.

Di Desa Bambung , tim mendapati harga Bensin dalam takaran 1 botol (1 liter), dikenai harga Rp. 15.000 (Limabelas ribu Rupiah). Desa Beo Rp. 13.000, per botol, Desa Rae : Rp. 13.000, per botol, Desa Awit : Rp. 15.000, per botol, dan di Desa Essang : Rp. 15.000, per botol.

Gerah mendapati variasi harga BBM jenis Premium di lapangan begitu mencekik leher para konsumen, Godfried Timpua mengajak semua unsure terkait untuk meluruskan semua penyimpangan dan penyalah gunaan penetapan harga BBM di Bumi Porodisa.
“Ini belum terlambat, harga Pemerintah Rp. 6.950 per satu liter, bukan per-botol. Jadi harga ini sangat tidak wajar. Mari bersama-sama kita luruskan semua kekeliruan dan penyimpangan sehingga harga BBM yang bertahun-tahun meninggi ini, supaya bisa stabil dan tidak menyengsarakan masyarakat,” ajaknya.

Kepada siapapun yang terlibat dalam pendistribusian/ penjualan BBM, imbau Timpua, jangan menjual dgn harga tak layak. “Rakyat so cukup menderita, padahal mereka berhak mengecapi harga Subsidi,” seru pria santun yang akrab disapa Attu itu.

Ini, imbuhTimpua lagi, baru bersifat himbauan dan ajakan saja. “Tetapi jika nanti sudah ndibuat aturannya dan masih ada oknum atau pihak yang dengan sengaja melakukannya, kami pastikan mereka akan  berurusan dengan HUKUM,” tandasnya.(Ronal Ontorael)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

21.00.00

0 komentar:

Posting Komentar