HUT SHS
Headlines News :
Home » » DILECEHKAN HACKER DALAM FB, KABAN BP4K MASA BODOH

DILECEHKAN HACKER DALAM FB, KABAN BP4K MASA BODOH

Written By jhon simbuang on Rabu, 10 Februari 2016 | 19.00.00

Royke Larinse: “saya ingatkan, hati-hati sebab ada Undang-undang ITE"

Talaud, Identitasnews.com - Media sosial atau lebih akrab ditelinga dengan sebutan MEDSOS sangat digandrungi oleh masyarakat baik kalangan atas, menengah dan bawah. Internet bisa mencari informasi apa saja dan memperbanyak teman lewat jejaring social seperti  facebook, twitter dan beberapa situs lainnya.
Tidak sedikit orang tidak bertangung jawab melakuan sabotase dengan bermacam cara untuk memenuhi niat mereka. Contohnya, menyebar fitnah, merusak akun si pemilik mengirim kata-kata kotor, bahkan ada yang menjadikan Medsos ini sebagai fasilitas transaksi sex.

Kaban BP4K ROYKE LARINSE menjadi korban pelaku tidak bertanggung jawab atau biasa disebut ‘HACKER’. Tapa diketahui Larinse, diam-diam fotonya telah di unggah lewat Facebook.
Difoto itu tampak Kaban BP4K Talaud itu memberi arahan kepada anak buahnya, namun dalam posisi duduk dimeja.
Royke Larinse saat dikonfirmasi diruang kerjanya,  menjelaskan bahwa foto yang beredar itu bukan dalam suasana rapat, tapi saat itu sedang dalam suasana santai (istirahat).
Kaget, sedih, bercampur kecewa, Larinse begitu terpukul, sebab hal seperti itu menurut dirinya, sebetulnya tidak perlu dipermasalahkan.
“Ini sangat disesalkan karna dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertangung jawab. Ini sengaja dilakukan karena mereka tidak menyukai saya terkait dengan rencana saya untuk merubah wajah BP4K kearah yang lebih baik dan mungkin orang-orang ini tidak senang dengan perubahan ini,” tuturnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Dirinya, lanjut Larinse, sedang sibuk berupaya merubah mainset petani Talaud dengan cara memberdayakan para petani. Jadi, sebetulnya ia tidak merasa tergangu dengan postingan itu.
"Keinginan saya agar petani dapat sejahtra di Talaud ini saya akan trus berjuang kearah itu ini misi saya kedepan. Jadi biarlah pelaku postingan berbuat semau dia, tapi saya ingatkan, hati-hati sebab ada Undang-undang ITE yang bisa menjerat mereka ke balik terali besi atau dipenjarakan menanti oknum atau pihak tak bertanggung jawab itu". tutur Larinse tenang.
Adapun kinerja BP4K Talaud yang dipimpin Royke Larinsesaat ini, memang sedang dalam tahap mapan. Satu contoh dalam menunjang kebutuhan petani dalam mengelola lahanya, BP4K Talaud sedang menjalin kerja sama dengan pihak Bank seperti menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Kenapa kami arahkan ke KUR, agar mereka bersemangat dalam mengelola lahan pertanianya. KUR ini juga ada dalam bentuk kredit dan harus dikembalikan.  Jadi disini petani dibelajarkan bertangung jawab atas profesi pekerjaanya, sehingga kegiatan bertani yang dilakukan akan terus berlanjut,” ujarnya.
Menurut Larinse juga,  kalau pemerintah melakukan system bantuan saja, kendala yang akan dihadapi setelah bantuan itu habis digunakan,  petani masa bodoh tidak ada kegiatan lanjutan.
“Nah, untuk mengantisipasi itu, petani kami arahka ke KUR. Bantuan KUR ini bervariasi antara 25 juta sampai 10 juta per-kelompok,” jelasnya.
Disingung identitas tentang masih kurangnya tenaga penyuluh, Larinse tidak menampiknya. “Memang tenaga penyuluh yang ada diTalaud itu masih sangat kurang karna kalau sesuai standardnya itu. Setiap desa tenaga penyuluhnya harus ada, sedangkan tenaga penyuluh yang ada skarang, hanya ditingkat kecamatan saja. Contohnya, untuk Kecamatan Gemeh hanya ada 1 orang penyuluh. Kecamatan Essang 1 orang, Tampanama 1 orang, Rainis 1 orang,Beo 2 orang, Beo Utara 1 orang. jadi kedepan nanti, untuk tenaga penyuluh itu sangat dibutuhkan,".tutup Larinse.(Ronald)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD