Iklan

Diduga Selewengkan Dana Desa, Kumtua Tondei 1 Diperiksa BPMPD Minsel

Posted by jhon simbuang on Selasa, 02 Februari 2016


Amurang, Identitasnews.com - Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Minsel, kembali menurunkan tim ke Desa Tondey 1 Kecamatan Motoling Barat, untuk melihat pekerjaan yang menggunakan Dana Desa (Dandes).

Sebelumnya juga BPMPD Minsel, telah menurunkan tim ke Desa Tondey. Adanya Tim BPMPD yang akan segera turun ke Desa Tondey 1 diungkapkan langsung oleh Kepala BPMPD Minsel, Benny Lumingkewas saat dihubungi via telpon.
“Saya dan tim akan turun lagi melihat pekerjaan yang menggunakan Dana Desa di Desa Tondey 1. Ini kami lakukan untuk menindaklanjuti kunjungan yang telah dilakukan oleh tim pendahulu,” ujar Lumingkewas (Senin, 01/2).
Tim yang diturunkan BPMPD Minsel ke Desa Tondey 1, berkaitan erat dengan adanya informasi dugaan penyimpangan Dandes yang diduga dilakukan oleh Hukum Tua Desa Tondey 1. Nita Lumapow selaku Hukum Tua Desa Tondey 1, telah membantah melakukan penyelewengan Dandes.

Bahkan dirinya menegaskan semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya tidaklah benar.
“Ini hanya dimanfaatkan oleh oknum yang tidak senang kepada saya untuk menjatuhkan nama baik saya,” kata Lumapow kepada wartawan media ini.

Sementara itu, saat disambangi ke tempat kediaman Hukum Tua Desa Tondey 1, terlihat sudah ada Camat Motoling Barat Jerry Sengkey SE yang menjelaskan bahwa dirinya sudah mendapat informasi akan adanya tim dari BPMPD yang akan datang ke Desa Tondey 1.
Oleh Sengkey, Hukum Tua Desa Tondey 1 Nita Lumapow, diminta untuk menunjukkan kepada wartawan proyek Dandes agar jelas.

Dari pantauan media ini dilokasi pengerjaan yang menggunakan Dandes, terlihat bahwa ada beberapa titik rabat yang baru selesai dikerjakan karena masih basah dan masih ada pekerjaan pembersihan yang dilakukan oleh beberapa pekerja.
Padahal sebenarnya pekerjaan sudah harus sudah selesai dilaksanakan, dan tinggal memasukkan Laporan Pertanggungjawaban paling lambat tanggal 31 Januari 2016.
Menanggapi masalah yang ada di Desa Tondey 1, Anggota BPD Tondey 1 Tedy Pondaag berharap segera ada penyelesaiannya. “Mudah-mudahan masalah ini dapat terselesaikan dengan baik, karena diharapkan ini untuk kesejahteraan rakyat. Walaupun ada banyak kejanggalan dalam pemanfaatan dana di Desa Tondey 1, semoga segera ada penyelesaian,” harap Tedy Pondaag ketika ditemui di kediamannya.

Perlu diketahui, pekerjaan Dana Desa (Dandes) di Desa Tondey 1 terdiri dari 3 volume berbeda, yakni:

1. Pekerjaan Perintisan dengan volume 850m senilai Rp23.900.000
2. Pekerjaan Talud dengan volume 141m senilai Rp179.025.625 serta 
3. Pekerjaan Perkerasan dengan volume 225m senilai Rp. 41.409.375.

Masalah yang membelit Hukum Tua Desa Tondey 1, Nita Lumapow terkait dugaan penyimpangan Dandes, terus menyedot perhatian banyak pihak. Desa yang dihuni oleh 337 Kepala Keluarga itu, saat ini menjadi bahan perbincangan karena adanya pemanfaatan dana yang diduga kuat, bermasalah. (Meyvo Rumengan)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

20.00.00

0 komentar:

Posting Komentar