Iklan

Curiga Warga Akan Demo ke PT MSM/TTN Polsek Likupang All-Out

Posted by jhon simbuang on Senin, 29 Februari 2016

Saguh: “Bukan Demo, Tapi Warga Cari Kerja”

Airmadidi, Identitsasnews.com – Kesiagaan aparat Polsek Likupang dibawah pimpinan AKP Saguh Rianto, patut diteladani oleh polsek lainnya di jajaran Polres Minut dan Polda Sulawesi Utara.
Pasalnya, kendati hanya bermodalkan anggota yang bisa dikatakan sedikit (26 personel plus Kapolsek dan Wakapolsek), ternyata Polsek Likupang punya kepekaan terhadap dinamika masyarakat.

Senin (29/2) Polsek Likupang mengendus yang mana aka nada pergerakan massa memblokir jalan untuk menghalangi aktivitas Tambang PT MSM/TTN. Dalam hitungan menit, aparat Polsek Likupang dibawah komando AKP Saguh Rianto, terpantau telah siaga di beberapa titik sesuai informasi intelijen bahwa konsentrasi massa aka nada di titik-titik tersebut.

“Ternyata konsentrasi massa hanya belasan orang warga Likupang Selatan dan Likupang Timur saja, dan mereka tidak melakukan pencegatan atau menghalangi aktivitas pertambangan,” tutur AKP Saguh Rianto.

Pihaknya, lanjut Saguh harus bertindak cepat agar dapat mengantisipasi hal-hal buruk sekecil apapun, mengingat demo itu tidak ada ijin atau pemberitahuan sama sekali ke kepolisian.
“Ini bukan demo, tapi lebih tepat disebut warga cari kerja. Warga tidak berbuat hal-hal buruk, tapi selain aparat harus mengamankan kedua belah pihak, makanya mereka juga tidak mengantongi ijin untuk demo. Bila terjadi apa-apa seperti ditabrak mobil misalnya, gimana. Nah itulah makanya aparat melakukan pengamanan agar para pendemo juga terhindar dari hal-hal yang dapat merugikan semua pihak,” tutur perwira senior yang pernah menjabat Kasat Narkoba Polres Minut itu.

Konsentrasi massa sekitar 20 orang itu dimulai pada pukul 05:30 di pertigaan Jalan Desa Kokoleh, yang berisi tujuan agar mendapat perhatian dan peluang kerja oleh pihak PT MSM/TTN.
“Pihak PT MSM/TTN melalui Pak Ignasius HRD PT SMA (pengganti PT Leighton) menanggapi permintaan masyarakat. Dalam waktu dekat pihak mereka akan membuka peluang kerja bagi masyarakat, namun tentunya sesuai aturan dan hasil tes,” tandas Saguh.

Demo yang lebih bersifat damai itu berlangsung kurang lebih tiga jam, kata Saguh lagi berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas pertambangan maupun aktivitas lalu-lintas. “Kesadaran masyarakat akan kepentingan umum, kian hari kian baik, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak di inginkan sampai warga membubarkan diri dengan tertib dan teratur,” tandas AKP Saguh Rianto.(Meikel/Ficky)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

13.03.00

0 komentar:

Posting Komentar