HUT SHS
Headlines News :
Home » » ADA MAYAT WANITA di MOBNAS BAPPEDA SULUT?

ADA MAYAT WANITA di MOBNAS BAPPEDA SULUT?

Written By jhon simbuang on Selasa, 09 Februari 2016 | 09.30.00

Manado, Identitasnews.com  - Minggu (7/2) ketenangan masyarakat Kelurahan Ranotana Lingkungan IV Kecamatan Sario Kota Manado, tepatnya di bilangan Stadion Klabat mendadak heboh dengan ditemukannya sesosok mayat dalam satu unit mobil dinas (mobnas) merk KIA Picanto warna Putih DB 1289, yang terparkir dalam sebuah bengkel, sekitar pukul 10.30 WITA, Senin (8/2/2016) pagi tadi.
Sesuai informasi yang dirangkum  wartawan, mayat wanita tanpa identitas yang diduga telah meninggal sekitar 4 hari tersebut pertama kali ditemukan oleh karyawan bengkel bernama Calvin.
“Saat itu saya mencium ada bau tak sedap dari dalam mobil KIA Picanto Putih dan saya mengintip kedalam mobil. Saya lihat ada mayat sudah dalam kondisi menghitam di tempat sopir. Takut terjadi hal-hal tak diinginkan, saya tidak berani berbuat lebih, jadi saya hubungi polisi,” beber Calvin kepada beberapa wartawan.
Adapun ciri-ciri korban tak beridentitas itu, wanita berusia sekitar 40 tahun, menggunakan baju putih dan celana pendek.
Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Sjaiful Wachid saat ditemui di TKP mengatakan, polisi akan melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.
“Kita masih akan melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian. Sampai saat ini identitas korban belum diketahui,” jelas Wachid.

Mayat wanita dalam Mobnas itu ternyata…
Kinerja Polresta Manado dalam menangani perkara, cukup siknifikan. Pasalnya, setelah menggelar olah TKP dan melakukan visum et repertum terhadap mayat wanita yang ditemukan membusuk dalam sebuah Mobnas di bilangan Stadion Klabat sehari sebelumnya, akhirnya identitas mayat wanita malang itu, terungkap juga.
Kaolresta Mnado, Kombes Rio Permana Mandagi melalui sumber resmi dapat dipercaya, menyatakan bahwa mayat itu seorang IRT bernama Olvita Kenap (40tahun), warga Ranotana lingkungan 1.
Menurut puteri korban bernama Anggie Saroinsong, kematian ibundanya telah diketahui keluarga dari keterangan aparat polisi. Atas permintaan keluarga sendiri, korban yang berada di RS Prof Kandouw Malalayang tidak usah diotopsi dan akan segera dimakamkan saja.
“Kami menolak untuk melakukan otopsi karena orang tua kami ini seperti sedang stres dan kadang suka berteriak-teriak,” ujar Anggie.
Dari keterangan Anggie juga, korban ternyata bersuami (ayah Anggie) bernama Franky Saroinsong, tapi kini tidak tinggal serumah lagi dengan korban. Besar kemungkinan, masalah itulah yang mermbuat korban meninggal dunia.
Namun sampai berita ini naik,  informasi kematian korban secara resmi, belum ada baik keberadaan kendaraan dinas, sampai kematian korban dalam mobil dinas yang ditengarai milik Pemprov Sulut (Bappeda Sulut), dan pihak kepolisian masih mendalami kejadian itu.(ADIT/MEIKEL)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD