Iklan

ABG Asal Lirung Ternyata Bukan Hilang Tapi Diculik dan di Sekap Duda Amoral

Posted by jhon simbuang on Senin, 29 Februari 2016

Disekap Tersangka, Korban diduga digagahi berkali-kali

Talaud, Identitasnews.com - Masa depan seorang siswi berinisial MT harus pupus setelah dirinya diduga telah menjadi korban kebiadaban lelaki penjual bensin berinisial MM. Perbuatan bejat yang dilakukan MM terhadap MT (17) salah satu siswi di Kabupaten Talaud sangatlah memalukan dan pantas mendapat hukuman setimpal dengan perbuatannya.
Korban yang sudah berhari-hari tidak pulang kerumahnya, telah meresahkan keluarhanya. Hal ini membuat orangtuanya melapor ke polisi.  Menindak lanjuti laporan itu, polisi-pun segera melakukan pengembangan.
Alhasil, MT yang beberapa waktu sebelumnya telah diberitakan oleh media ini, akhirnya dapat ditemukan aparat dalam waktu yang cukup singkat. Korban ternyata diculik dan disekap MM dirumahnya.

Kapolres Talaud melalui Kasat Reskrim IPTU Mochamad Nandar SIK membenarkan laporan dan kejadian itu. "Korban sudah lima hari disekap oleh pelaku MM didalam rumahnya dan diduga disetubuhi berkali-kali oleh duda tersebut, "tutur Kasat.
Sesuai hasil olah TKP pihaknya, lanjut Mochamad Nandar, Tersangka MM berhasil dibekuk dikediamannya pada pukul Senin (29/2), pukul 13:00 wita.
"Pria 50 tahun yang kesehariannya menjual bensin eceran itu, sempat mencoba melarikan diri dengan cara naik bentor. Tapi berkat kesigapan aparat, ia berhasil diringkus dan sudah kami amankan.
Guna penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut, tambah Kasat Reskrim yang akrab dengan wartawan itu, pelaku sudah ditahan dan diamankan oleh aparat di Mapolres Talaud untuk diproses lebih lanjut.
“Pelaku dan korban akan kami tahan untuk dimintai keteranganya. Apabila dalam pemeriksaan ternyata tersangka bersikap kooperatif, jujur dan tidak memberi keterangan berbelit-belit, proses penanganan tentu saja cepat.
Pelaku juga lanjut Kasat, bakal dijerat dengan Uu Perlindungan Anak, mengingat korban MT baru memasuki umur 17 tahun dan masih duduk di bangku SMA.
“Pelaku terancam hukuman penjara dengan sanksi hukuman  maksimal 18 Tahun kurungan badan. Kita tunggu perkembangan dari hasil pemeriksaan penyidik nanti, apakah ada bukt-bukti lain yang bisa meringankan atau sebaliknya dapat memberatkan hukuman bagi tersangka,” tandas Kasat Reskrim IPTU Mochamad Nandar SIK santun.(Ronald Ontorael)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

19.00.00

0 komentar:

Posting Komentar