Iklan

8 Ayam Sabung Diamankan Tim Tindak Polsek Likupang, Para Penyabung ‘Tapancar-pancar’

Posted by jhon simbuang on Minggu, 07 Februari 2016

Bastari; "wilayah hukum Polsek Likupang bukanlah tempat yang aman bagi para pelaku kejahatan”

Airmadidi, Identitasnews.com - Jangan Bergerak ! Itulah drama penggerebekan judi Sabung Ayam yang terjadi DI Desa Sonsilo Kecamatan Likupang Barat Minut Minggu (7/1) sekira pukul 16.00 witta. Alhasil, delapan (8) ekor ayam sabung jenis Filiphina dan ayam local berhasil digelandang ke Mapolsek Likupang oleh Tim Tindak Polsek Reskrim Polsek Likupang.

Genderang perang untuk membasmi penyakit masyarakat (pekat) terus ditabuh oleh aparat Polsek Likupang. Kalau kemarin Tim Tindak Polsek Reskrim Polsek Likupang berhasil menangkap  pria tersangka penganiayaan yang sudah satu bulan buron,  maka kendati hanya berjumlah tiga (3) personil, ternyata tim yang merupakan ujung tombak reskrim Polsek Likupang ini, mampu mempertontonkan ketajamannya di wilayah hokum terbesar seluruh Polsek se – Kabupaten Minahasa Utara.

Kendati mengawal Kecamatan Likupang Timur, Likupang Barat, Likupang Selatan dan sebagian Kecamatan Wori, ternyata tim elit pimpinan Bribka Selix Mangaronda atas dua (2) anggotanya Brigadir Ficky Mantiri dan Brigadir Hendry Saraung, saat mengadakan operasi di Kecamatan Likbar tepatnya di Desa Sonsilo, berhasil membongkar judi sabung ayam.


Walau aparat bertindak cekatan dan terorganisir, ternyata para pesabung ayam cukup sigap dan diduga kuat, kedatangan Tim Tindak Polsek Reskrim Polsek Likupang  sudah ketahuan sehingga dengan lincah mereka melarikan diri ke hutan tanpa ada yang berhasil ditangkap aparat.

Kapolsek Likupang AKP Saguh Rianto melalui Kanit Reskrim Ipda Ahmad Bastari S.SOs membenarkan peristiwa penggerebekan itu. “Anggota berhasil mengamankan barang bukti berupa enam (6) ekor ayam masih hidup, dan dua (2) ekor bangkai (ayam kalah) milik para pesabung ayam yang ditinggal lari,” tuturnya.
Barang bukti 6 ekor ayam hidup dan 2 ekor bangkai itu lanjut Bastari, sudah diamankan di Mapolsek Likupang guna diproses lebih lanjut,” Siapa tahu ada pemilik yang bersedia datang mempertanggungjawabkan ayam mereka,” tukas Bastari bercanda.

Memang, kata Bastari lagi, orang  atau para pesabung ayam dalam arena velt itu mampu melarikan diri dan tak berhasil di tangkap.
Tapi setidaknya mata masyarakat bisa melihat bahwa di Likupang Raya ada APARAT HUKUM.
“Yang namanya penyakit masyarakat, Polsek Likupang tak pandang buluh. Dan seperti perkataan mantan Kapolres Minut AKBP Djoko Wienartono dulu, kali katakana bahwa wilayah hokum Polsek Likupang bukanlah tempat yang aman bagi para pelaku kejahatan,” tandas Kanit Reskrim Ipda Ahmad Bastari S.SOs yang dikenal dekat dengan wartawan. (MEIKEL W/ REFLIN K)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

23.44.00

0 komentar:

Posting Komentar