Iklan

2 HARI MELONGUANE MENCEKAM, WARGA SIAP MELAWAN, EKSEKUSI LAHAN DITUNDA

Posted by jhon simbuang on Jumat, 26 Februari 2016

Pemkab, Dekab dan Polres Talaud Mediator Ulung 


Talaud, Identitasnews. com - Eksekusi terhadap lahan yang saat ini ditempati puluhan warga Melonguane batal dilaksanakan oleh tim gabungan pengadilan dan kepolisian. ratusan petugas keamanan dengan senjata lengkap dibawah komando Polres Talaud dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP. Hendara Sukaca yang siap mengamankan putusan Mahkama Agung dengan nomor putusan : 491PK/PDT/2011 atas nama John Essing, SH melawan Lintje Sampel, cs.

Berdasarkan pantauan Identitas di TKP, Kamis dan Jumat (25-26/02), eksekusi sebanyak 31 rumah dan lahan yang saat ini ditempati warga batal dilakukan, karena mempertimbangkan beberapa hal. Antara lain, faktor kemanusiaan dan keamanan, dimana warga masyarakat dan kerabat yang hampir berjumlah seribuan orang sudah siap memberikan perlawanan dengan sengit walau hanya bersenjatakan pentungan dari bambu, kayu, batu, bahkan senjata lain yang bisa membahayakan dikerahkan warga untuk membendung eksekusi.
"Dimana rasa kemanusiaan kalian, kasiang torang pe nasib so mo bagi mana, dorang pake putusan atas nama Tuhan untuk mo user pa torang," ujar Nenek Tamo salah satu warga yang lahannya akan dieksekusi dengan air mata yang berlinang.

Situasi kian mencekam setelah warga mulai melakukan perlawanan dengan melemparkan botol-botol  berisi bensin atau premium, untung petugas keamanan yang sementara bertugas. Namun karena aparat tidak terpancing sehingga tak terjadi hal-hal yang tidak diingankan.
“Ingat, Negara kita merdeka karena rakyat yang bangkit mengusir penjajah, bukan karena aparat dan pemerintah. Kami siap berkubang darah demi mempertahankan sejengkal tanah kami,” pekik beberapa warga dengan kayu dan batu dalam genggaman.

Melihat kondisi yang hampir tak terkendali dari pihak masyarakat, beberapa anggota DPRD Talaud dibawah komando Godfried R. Timpua, menuju lokasi eksekusi dan langsung berdialog dengan aparat keamanan agar dicari solusi yang terbaik dengan tidak mengorbankan berbagai pihak.

"Kehadiran kami disini tidak bermaksud melawan keputusan pengadilan, tapi sebagai wakil rakyat saya menghimbau marilah kita bicara baik-baik, karena keselamatan rakyatpun penting disini kita jaga," ujar Timpua ditengah kerumunan aparat dan masa.

Melihat kondisi bisa membawa resiko, Kapolres Talaud, AKBP. Hendra Sukaca merasa tersentuh sehingga dengan bijak bersama-sama memfasilitasi dialog dengan para pihak yang bersengketa. Tak lama berselang pasukan ditarik mundur dan dilanjutkan dengan dialog antara DPRD, Polres Talaud, perwakilan Pemda Talaud yaitu Asisten Tata Pemerintahan dan Asisten Ekonomi pembangunan Setda di Kantor Dekab Talaud. (Onal)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

19.00.00

0 komentar:

Posting Komentar