Iklan

Trafic-light Perempatan Jalan Manado-Bitung-Tondano Mubasir

Posted by jhon simbuang on Rabu, 20 Januari 2016

Airmadidi,Identitasnews.com – Trafic-light atau oleh masyarakat Sulawesi Utara lebih dikenal dengan sebutan ‘Lampu Merah’ di ruas jalan Manado-Bitung-Tondano, terkesan mubazir.
Pasalnya semenjak dibuat atau dibangun sekitar tahun 2013 silam, traffic-light ini jarang sekali berfungsi.
Alhasil, pada hari-hari ramai seperti Senin  atau Hari Pasar Airmadidi (Selasa, Kamis, Sabtu), jika tidak dikawal Satlantas Polres Minut,  ruas jalan tersebut pasti bisa menciptakan masalah dan resiko kecelakaan lalu-lintas.
“Malam hari sudah beberapa kali terjadi tabrakan antar kendaraan, untung jo nda sampe makan korban,” tutur Adry seorang tukang ojek yang mangkal di persimpangan perempatan itu Selasa (19/1).
Kendati ada pos polisi disudut jalan, namun karena traffic-light itu jarang berfungsi, para pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat sejenisnya, tetap saja merasa kurang nyaman saat lewat perempatan jalan itu.
Sangat disayangkan, ternyata proyek pembangunan traffic-light ini dilakukan oleh pihak provinsi. Sehingga semasa menjabat Kapolres MInut di era tahun 2013 silam, AKBP Harry Sarwono SIK. M HUM pernah menjelaskan kalau proyeksi seperti traffic-light bukanlah kewenangan pihaknya. “Setahu saya, itu proyek DISHUB Provinsi,” katanya.

Tidak transparan dan mis komunikasi antara Pemerintah Provinsi Sulut dan Kabupaten Minahasa Utara, berujung pada hasil proyek seperti traffic-light Airmadidi Atas ini.
“Harusnya Pemerintah provinsi dan kabupaten menjalin komunikasi dalam pembangunan. Pemerintah juga harus lebih peka dan serius jangan nanti sudah ada korban karena terjadi kecelakaan, ”ujar Tenny Mangare pengemudi pick-up saat ditemui media ini.

Sampai berita ini naik, suasana dan keberadaan traffic-light (Lampu Merah) Airmadidi Atas, masih seperti dulu yaitu tidak berfungsi. “Apakah undang – undang perlindungan konsumen sudah tak berfungsi di Negara kita ini,” tanya Tenny Mangare seraya menambahkan agar aparat hukum mengambil tindakkan terhadap pelaksana pembangunan dan pihak terkait pekerjaan itu.
“Telusuri pihak mana yang melaksanakan pekerjaan itu dan periksa panitia  dari dinas terkait. Saya curiga ada penyimpangan dalam [pengadaan bahan buat bangun trafick-light ini soalnya tidak pernah berfungsi sampai sekarang,” pungkasnya.(Ikky)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

00.36.00

0 komentar:

Posting Komentar