HUT SHS
Headlines News :
Home » » CUACA EKSTRIM MENGANCAM, INVESTOR MALAH TIMBUN RAWA KEMA III

CUACA EKSTRIM MENGANCAM, INVESTOR MALAH TIMBUN RAWA KEMA III

Written By jhon simbuang on Minggu, 24 Januari 2016 | 22.44.00

Tuegeh: "Bupati Harus Hentikan Pekerjaan Itu, Mengingat Keselamatan Masyarakat"

Airmadidi, Identitiasnews.com - Praktik alih fungsi lahan dan pengrusakan lingkungan di Kabupaten Minahasa Utara dalam beberapa tahun terakhir ini kian marak seakan Minut tak ada aturan dan Hukum layaknya. Akibatnya, potensi bencana alam menganga disana-sini, serta tidak menutup kemungkinan kelak akan mengancam keselamatan warga setempat.

Sesuai pantauan wartawan, Minggu (24/1), aktivitas pengerukan bukit terus berlangsung. Material tanah galian dibukit, dipakai penimbunan rawa di ujung Desa Kema III (tampak jelas dibelakang bakal SPBU Kema di Desa Kema III) Kecamatan Kema Minut. 

Pengerukan bukit dan penimbunan terus dipacu sehingga dalam waktu dekat, rawa yang dulunya digunakan masyarakat dan warga setempat untuk pemeliharaan Ikan Bandeng, sebentar lagi tinggal kenangan. 
"Kami kaget, tapi mau bikin apa lagi, sedangkan pemerintah saja diam tak mengambil tindakkan terhadap aktivitas disitu," tutur Ibu Un. 

Menurut keterangan sejumlah sumber, praktik alih fungsi atau lebih tepat disebut pengrusakan lingkungan ini telah meresahkan masayarakat sehingga tidak sedikit warga berkeberatan. Namun menariknya, warga tidak berdaya.
"Kami tidak habis pikir, setiap keberatan kami, semua sia-sia saja, dan tidak ada yg menanggapi, baik pihak pelaksana, maupun pemerintah setempat. Malah terinformasi, pemilik lahan itu adalah orang berpengaruh nama Adam," ucap warga.

Ditutupnya rawa Desa Kema III itu, mulai berdampak pada pengguna jalan dan warga setempat. Jika musim penghujan, jalan diujung Desa itu terendam air berlumpur cukup dalam (mencapai paha orang dewasa red-). Akibatnya, warga yang bermukim di Desa Lansot, Lilang, Waleo dan Makalisung kelabakan karena genangan air seperti kejadian beberapa waktu lalu.


Daniel Rumumpe salah satu pemengusaha Minut, menyesalkan hal itu. Ia berharap, pemerintah jangan tutup mata terhadap proses pekerjaan itu.
"Kita di Minut ini memang butuh investor, tapi jangan investor yang hanya memikirkan kepentingan sendiri dengan mengorbankan keselamatan warga. Pemerintah jangan tutup mata akan kegiatan ini," pintanya.

Dilain pihak, Ketua LI TIPIKOR Semmy Tuegeh mengingatkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, untuk turun langsung ke lokasi.

"Pemerintah jangan hanya terima dengar, tapi harus turun ke lokasi. Terutama Pejabat Bupati Minut, saya minta periksa berkas dan legalitas pekerjaan alih fungsi lingkungan di Desa Kema III itu, sebab kami menduga, lahan itu belum mengantongi legalitas seperti Ijin Lingkungan dan Kajian Amdal," pintanya.(Adhit/Ficky/Meikel)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD