Iklan

Ada Komisioner dan Staf KPUD Minut Diduga Terima Suap Miliaran Rupiah Demi PSU

Posted by jhon simbuang on Selasa, 05 Januari 2016

Kapolres Minut dan Kajari Airmadidi Diminta Dalami Isu Dugaan Tersebut

Airmadidi, Idengitasnews.com – Pasca laporan salah satu pasangan calon bupati Minut yang peluangnya diduga dibuka oleh pihak Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Minut, menjadi tugas berat bagi kubu lembaga vertical tersebut untuk mengklarifikasi dugaan itu.
Pasalnya, ibarat luka yang belum sembuh betul, akhir-akhir ini menyeruak isu santer yang mana ada komisioner dan staf KPUD Minut telah disuap dengan nominal sekitar 4-5 Miliar Rupiah.

Prosesi suap itu diduga kuat, dilakukan salah satu pasangan Cabup/Cawabup kepada beberapa anggota KPUD Minut itu terinformasi digelar pada tanggal 23 Desember lalu di salah satu hotel berkelas.
Sumber informasi ini juga menambahkan bahwa sebelum pertemuan ini dilakukan, sudah ada beberapa  komisioner terpantau kerapkali menggelar pertemuan secara tertutup bersama salah satu paslon.

Adapun transaksi uang berskala besar itu ditengarai merupakan akses satu-satunya sang penggugat demi memuluskan upaya laporan sengketa pilkada 9 Desember di Mahkama Konstitusi (MK).

Menghangatnya isu suap uang miliaran rupiah itu tak pelak langsung menuai sorotan dan tanggapan miring sejumlah tokoh penting di Kabupaten Minahasa Utara.
Menurut Junius Mandagi, tokoh adat Airmadidi,  dirinya berharap agar aparat hukum jangan berpangku tangan merespon isu seperti itu. “Jika memang isu itu terjadi, Polres dan Kejaksaan jangan tinggal diam untuk lakukan pendalaman sebab ini sudah keterlaluan. Cukup sudah kejadian waktu pilcaleg lalu. Jangan terulang lagi pada pilkada kali ini,” tuturnya.
Apabila paraktek penyuapan itu benar-benar ada, Mandagi sangat menyesalkan netralitas dan harga diri KPUD Minut terhadap prosesi pilakada.
“Saya merasa sangat kasihan dengan proses demokrasi yang dibangun rakyat di Minut. Rakyat sudah memilih pasangan sesuai hati nurani mereka, tapi tercoreng karena ulah lembaga penyelenggara pemilu tersebut," tandas pria akrab disapa Om Uttu itu.

Terpisah, Semmy Tuegeh SE selaku Ketua LSM LEMBAGA Investigasi Tindak Pidana Korupsi Dewan Pimpinan Daerah Minahasa Utara (LI-TIPIKOR DPD Minut) menambahkan, apabila isu itu memang betul adanya, bagi dia, masalah ini bukan masalah kecil.
“Kalau benar demikian, ini masalah besar. Dalam bahasa hokum internasional, hal ini disebut Extra Ordinary Crime (Kejahatan Luar Biasa red-). Kami minta Kapolres Minut dan Kajari Airmadidi untuk mendalami dugaan main uang di KPUD yang harusnya menjaga independensi dengan memberikan pembelajaran berdemokrasi kepada masyarakat bukan sebaliknya,” sembur Tuegeh.

Sementara itu, srikandi KPU Minut berwajah cantik, Indria Maramis mengklaim bahwa dia komisioner pertama yang tidak berkehendak  terlibat dalam skanda seperti itu.
 "Saat Pleno Penetapan Suara di tingkat Kabupaten dan Provinsi, saya  sudah berlibur. Saya menilai Isu suap di KPUD itu bohong,” beber wanita yang akrab disapa Ria itu.

Hal senada juga dilontarkan oleh komisioner wanita lainnya yakni Stella Runtuh. Dirinya mengaku tak tahu-menahu soal masalah itu apa lagi sampai menerima uang dari kandidat dengan jumlah sangat besar.
  "Tidak ada, saya tak pernah menerima uang sepeserpun silahkan dibuktikan,"tegas wanita yang dikenal jarang bicara blak-blakan itu.
Dilain pihak, Ketua KPUD Fredrik Sirap selaku pejabat pelayanan public yang sering mengaku kalau ia mantan wartawan itu, saat di hubungi via HP di nomor 08134009XXXX, sangat jarang untuk berkomunikasi.
Sedangkan Sekretaris KPUD Nestor Moleh dimintai tanggapan.enggan berkomentar lebih. "Saya no comment dan silahkan tanyakan ke komisioner soal kebenaran ttansaksi dugaan suap menyuap tersebut."katanya dengan mimik tidak ramah.(TIM)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

02.01.00

0 komentar:

Posting Komentar