Iklan

Penahanan 2 Legislator Minut Sudah Direncanakan Tuk Rong-rong Harmonisasi Pemkab-Dekab ?

Posted by jhon simbuang on Kamis, 17 Desember 2015

Dengah; "Saya dijebak, dan hanya satu pejabat yang tahu hal ini"


Airmadidi, Identitasnews.com – Prahara Dana Aspirasi maut yang menyeret Dua (2) Legislator Kabupaten Minahasa Utara Rabu (16/12) kemarin ke Kejaksaan Negeri (Kejari Airmadidi), ternyata menjadi ajang gunjang-ganjing di seluruh kalangan masyarakat Minut.
Pasalnya, kejadian seperti ini, baru kali ini terjadi di kabupaten yang membatasi Kota Manado dan Kota Bitung ini.
Seperti kita ketahui bersama, ke-dua politisi muda berinisial PL alias Lus dan YD alias You, setelah dijemput tim intelijen Kejari Airmadidi, keduanya langsung dibawa ke kantor dan diperiksa lebih mendalam.
Dari keduanya, aparat berhasil menemukan sejumlah alat bukti berupa uang dan beberapa unit ponsel yang ada dan dibawa keduanya.
Menangani kasus itu, Kajari Airmadidi mendapat kunjungan dan penanganan langsung dari pihak Kejati Sulut, yakni Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Wakajati Sulut) dan lima (5) anggotanya.
Kedua politisi muda itu Nampak tertunduk lesu dlam proses pemeriksaan di ruang Kasie Intel Hendra Wijaya SH.MH yang dilakukan langsung oleh Wakajati Sulut Richardo Sitinjak SH. MH DAN Kajari Airmadidi, Agus Sugianto Sirait SH. MH.
Usai pemeriksaan awal, Wakajati Sulut didampingi Kajarai Airmadidi dan jajarannya, menggelar jumpa pers didepan kantor pada malam itu juga (tepatnya pukul 03:00 dini hari).
Inilah jumlah uang yang ditemukan tim Kejaksaan dari kedua politikus muda tersebut.
Dari terduga PL alias Lus, didapati Rp. 5.000.000 ( lima juta rupiah) dan Rp. 2.800.000 (dua juta delapan ratus ribu rupiah).
Kepada semua yang hadir PL alias (Lus) mengku yang mana uang Rp. 2.800.000, itu adalah uang pribadi miliknya. “Yang lima juta ini adalah dana uang Aspirasi,” bebernya lemah.

Dari YD alias You, didapati Rp. 10.000.000, 10.000.000, 5.000.000, 1.600.000, dan 2.000.000.
Selain itu, ada juga catatan peruntukan serta jumlah uang sis yang akan diserahkan pihak Pemkab Minut kepada mereka.

Kajati Sulut melalui Wakajati Sulut Richardo Sitinjak SH.MH turun menangani langsung didampingi Kajari Airmadidi, Agus Sirait dan Kasie Intel Hendra Wijaya, kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa jumlah uang yang didapat dari kedua politisi itu sebesar total 28.600.000 dan 7. 800. 000.
“Uang ini diduga merupakan uang hasil pemerasan dalam rangka memperlancar penyaluran anggaran terhadap SKPD,” katanya.
Dan ini, lanjut Sitinjak, disertai alat bukti pendukung lain seperti beberapa catatan keuangan terkait dengan aroma dugaan pemerasan itu. “Kalau keduasnya terbukti memang melakukan pemerasan, mereka bakal terancam hukuman penjara minimal empat (4) tahun, maksimal 12 ( duabelas) tahun kurungan badan dengan denda minimal 200 juta, maksimal satu miliar Rupiah,” ujarnya.
Ditanya apakah kedua terduga ini memang hanya tersangkut kasus pemerasan, atau ada kasus lain yang bisa mengenai mereka, menurut Sitinjak, bisa saja tersandung kasus GRATIFIKASI.
“Nanti kita lihat pada tahapan selanjutnya, apa bisa kena pada kasus Gratifikasi apa tidak. Soalnya, antara SKPD dan Dewan ada hubungan kemitraan,” jelasnya.
Sampai hari ini, kedua legislator muda tersebut, terpantau masih dalam pemeriksaan intensif oleh pihak Kajari Airmadidi.
Kepada media ini, YD alias You mengaku sangat tidak habis pikr dengan kejadian yang menimpa dirinya. Pasalnya, menurut You, hal seperti itu bukanlah masalah serius karena antara eksekutif dan legislative, ada hubungan kemitraan.
“Ini hubungan kemitraan apalagi menjelang natal. Saya ini dijebak, dan saya bisa menduga siapa orang yang menjebak kami berdua,” katanya.
Dirinya, kata YD lagi, sangat menyesalkan kenapa sampai ada upaya mencederai dirinya padahal harmonisasi antara pihaknya dan pihak Pemkab Minut selama ini sangat baik. “Karier saya di incar. Dengan kejadian ini, saya terancam dari structural partai, tapi saya akan melakukan upaya hokum sebagai Warga Negara Republik Indonesia yang berhak mendapatkan perlakuan hokum yang sama,” pungkas YD dengan wajah tegar.
Sayangnya, PL alias Lus, rekan YD yang juga diproses bersama, tidak dapat diwawancarai karena dkeadaannya sangat drop. (John/Ficky)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

17.08.00

0 komentar:

Posting Komentar