Iklan

Survey Terkini: VAP-JO Superior, PILAR Menyalip SDM, BARATA Merosot

Posted by jhon simbuang on Rabu, 18 November 2015

Airmadidi, Identitasnews.com .-  Tanpa kepentingan, tidak ada unsur balas jasa maupun imbalan dari manapun, namun karena tutntutan kewajiban sebagai media informatika, maka kendati tidak 100% validitas-nya, namun dengan bangga kami media online www.identitasnews.com tetap menyajikan akurasi data survey kami terhadap perkembangan para pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Minahasa Utara dengan apa adanya.

Grafis prosentase kami menunjukkan bahwa ada 54,5% respon pengunjung yang percaya akan hasil survey kami, mewakili 200 desa/kelurahan yang dirangkum dari 10 kecamatan baik via short massages service (sms) maupun wawancara secara langasung (sejak 1-18 November 2015), 15% ragu – ragu, sedangkan sisanya 10,5%, selanjutnya lagi no koment, sedangkan factor margin error dan human error, mencapai 20% karena factor kurangnya pemahaman masyarakat tentang arti survey para calon.
Kalau survey kami di pertengahan Bulan Oktober silam prosentase paslon nomor urut 2 (VAP – JO) mencapai 35,2%, padahal sempat turun sampai 25,7% gara-gara isu merebak yang mengatakan bahwa pasangan VAP-JO sudah kehabisan dengan bukti yang mana ratusan sepeda motor yang sempat disediakan VAP-JO telah ditarik dealer karena tidak mampu membayarnya, setelah dalam beberapa kampanye VAP-JO mengemukakan sebab-musabab sehingga ratusan sepeda motor itu ditarik dealer, entah kenapa, dalam waktu satu minggu saja, grafis prosentase paslon VAP-JO merangkak naik drastis.
Memasuki medio awal November 2015, paslon VAP-JO, ternyata mampu bertahan pada ranking satu (1) sesuai survey yang kami rangkum secara manual. “Masyarakat sekarang bukan seperti dulu, kalau dulu masyarakat bisa di gertak dan di iming-imingi janji surga telinga, sekarang masyarakat lebih menilai sosok dan perbuatan si pasangan calon. Selain itu kami selalu menghimbau agar para ASN, guru  dan perangkat desa, untuk tidak takut dengan intervensi petahana,” kata Drs. Denny Ronny Wowiling dari kubu VAP-JO.
Rabu (18/11) dini hari (tadi malam red-), prosentase pasangan VAP-JO menyentuh angka 37%, (diluar Desa Makalisung dan Kepulauan Likupang Raya). “Semua ini berkat partisipasi para pendukung dan relawan VAP-JO yang merindukan pembaharuan di Minahasa Utara tercinta ini,” ungkap Stella Nona Rimporok dari kubu paslon VAP-JO.
Sebuah kejutan yang cukup membelalakkan mata pembaca adalah, di peringkat dua (2) sesudah paslon VAP-JO, kini bertengger paslon nomor urut 1 Petrus J. Luntungan dan Adol L. Longdong (PILAR) dengan raihan 25,5%, meninggakan angka sebelumnya, yaitu 12,2% hasil survey.
Peningkatan dukungan suara bagi paslon PILAR ini, datang dari kerja keras tim yang terus mengikat komitmen dengan kaum petani dan nelayan serta masyarakat bawah terutama masyarakat pesisir Kema dan Likupang. Selain itu, sebagian tokoh adat serta para pensiunan PNS, mulai melirik paslon berlatar belakang independent yang menggabungkan diri dari dualisme idealis dan birokrasi.
“Wajar saja kalau PILAR menanjak, soalnya, baru-baru ini Piet Luntungan barui dinobatkan sebagai Ketua Partai PERINDO DPD Sulut. Luntungan juga berjanji, bila nanti paslon lain main uang, dia juga punya uang,” ujar Donald Rorong simpatisan PILAR dari Desa Makalisung.
Pasangan nomor urut 2 SOMPIE SINGAL-PEGGIE MEKEL (SDM), setelah dalam survey sebelumnya sempat bertengger di ranking dua dengan prosentase 26,1%, dalam akumulasi terakhir, paslon dukungan partai penguasa ini harus merosot ke ranking tiga dengan raihan angka  24,7% saja atau kehilangan 1,4% dukungan suara.
Hal ini diduga terjadi karena Sompie Singal sebagai incumbent sempat diterpa kabar tak mengenakkan, yang mana beberapa waktu lalu sejumlah media mengangkat berita bahwa bupati sempat ditegur keras oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait minimnya dana pilkada.
Diluar status bupati, Sompie Singal, pasangan SDM ini sempat diterpa isu yang mana pada beberapa hari lalu kedapatan ada kelompok tertangkap tangan membawa beras di daerah Kecamatan Wori, mengaku yang mana beras dengan jumlah banyak itu adalah milik dari relawan  pasangan SDM.
Popularitas kubu SDM juga sampai saat ini hanya didukung oleh kurang-lebih 55,5% PAC PDIP. Sedangkan 45% pendukung  lainnya justeru memilih mendukung tiga (3) paslon lain gara-gara ada dualisme kepemimpinan DPC.
Seperti kita ketahui bersama, beberapa waktu lalu, pentolan PDI-P DPC Minut yang awalnya dipegang Ir. Johan Mandagi, karena kebijakan internal partai, ternyata telah berpindah tangan kepada Denny Lolong. Padahal elektabilitas Johan Mandagi sangat dicintai para pengurus partai. Tanpa kemapanan koordinasi yang cukup, diduga tidak ada upaya pendekatan persuasive antar internal partai, hampir separuh pendukung Johan Mandagie yang merasa tak dihargai, lebih memilih diam tak mendukung paslon, bahkan terpantau, ada beberapa yang secara terang – terangan telah pasang badan mendukung paslon lainnya dan siap hengkang dari partai raksasa tersebut.
“Kalau masalah isu, itu hal biasa bagi incumbent sekelas Pak Sompie, tapi masalah dualisme kepemimpinan partai ini yang harus di tanda kutip oleh paslon SDM, sebab ini sangat merugikan partai kami,” imbau Jerry Panay simpatisan fanatic Partai PDIP asal Airmadidi.
Di posisi empat (4) alias posisi kunci, otomatis ditempati Pasangan Calon (Pas-Lon)  YULISA BARAMULI - PATRICE TAMENGKEL (BARATA). Kalau sebelumnya paslon yang bisa dikata double incumbant ini berada di posisi ke-tiga dengan raihan dukungan sekitar  (24,6%), sngat disayangkan, pada pungkasan survey kami, paslon ini hanya mampu mencapai prosentase 14,88% suara, atau kehilangan hamper 10% suara.
Dari analisa kami di lapangan, khusus Kecamatan Kauditan dan Kema, pasangan BARATA tidak mampu bersaing dengan figure paslon lainnya seperti Piet Luntungan, Joppi Lengkong, dan Peggy Mekel. Pasalnya, kendati Tamengkel sekarang sudah menetap di Desa Tumaluntung, namun kerukunan masyarakat TONSEA di dua kecamatan yang dikenal fanatisme MINAWEROT itu, tidak mencatat Tamengkel sebagai produk MINAWEROT dan Kema.
Selain itu, untuk Kecamatan Airmadidi dan Kecamatan Kalawat, kehadiran sosok Yulisa Baramuli dan Patrice Tamengkel masih sangat kurang menyentuh masyarakat dibanding ke-tiga paslon lainnya. Fakta; popularitas Patrice Tamengkel masih kalah jauh dibanding Piet Luntungan, Joppi Lengkong, dan Sompie Singal.
Pasangan elit yang dikabarkan berlatar belakang financial dan ekonomi yang kuat ini, harus bekerja keras dalam hal mengenal karakter masyarakat TONSEA. Pasalnya, masyarakat Tonsea ini cenderung lebih bersimpati pada sosok yang tidak asing dimata mereka. Sedangkan BARATA hanya bertumpu pada sebagian ASN/PNS dan beberapa kontraktor saja, padahal sosok-sosok berpengaruh di Kecamatan Airmadidi dan Kalawat, tidak pernah di gapai.
Selain dua factor di atas, kubu BARATA harus mencari solusi jitu terkait informasi yang beredar yang mana ada satu parpol pendukung paslon ini, jabatannya telah berada pada salah seorang pendukung pasangan VAP-JO.
Apapun hasil dari survey dan informasi minus -  plus ke empat pasangan calon ini, semuanya masih relative dan masih dapat dirubah baik oleh para paslon, maupun masing-masing tim pemenangan, tim sukses maupun tim relawan, sebelum hari H.
Sekali lagi, semua yang di beritakan oleh media ini semata hanya berdasarkan hasil survey dan raihan keterangan masyarakat semata, tanpa ada unsure lain. Jika ada hal tak meng-enakkan, mari kita sama-sama melakukan pengecekan kedalam kubu masing-masing.
Adapun sisa pendukung lainnya, masih berada di posisi sungkan atau belum mau menentukan dukungannya, sebab  sesuai informasi terbaru, ada banyak pendukung pas-lon yang menerpkan strategi politik dua (2) kaki alias dukung dua pas-lon.(ADIT)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

15.27.00

0 komentar:

Posting Komentar