HUT SHS
Headlines News :
Home » » SATPOL-PP MANADO TAK PANDANG BULU DALAM PENERTIBAN

SATPOL-PP MANADO TAK PANDANG BULU DALAM PENERTIBAN

Written By jhon simbuang on Rabu, 04 November 2015 | 02.25.00

Manado, Identitasnews.com - Penertiban yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja pekan kemarin terhadap pedagang kaki lima tou Minahasa yang berjualan di depan SD Frater Don Bosco Manado mendapatkan kecaman dari beberapa LSM adat Minahasa.

Menurut Ketua Manado LSM Minahasa Tombulu, Tevri Ngantung, Satuan Pol PP sebelum mengambil tindakan tegas, masih dapat memberikan kelongaran terhadap PKL tou Minahasa yang berjualan makanan  di depan SD Frater Don Bosco.

“Melakukan pendekatan secara kekeluargaan justeru membuat para pedagang segan dan hormat terhadap kinerja Satpol-PP, daripada main eksekusi,” katanya.

Sesuai pantaun wartawan, masih banyak PKL asal daerah luar Sulut yang berjualan di area trotoar seputaran Zero Poin seperti Bank Sulut, Bank Arta Graha,depan Kantor Pegadilan Tinggi, Sinar Mas, Pengadilan Negeri dan sepuran TKB Pasar 45 yang berjualan didepan emperan jalan yang sering menganggu kenyamanan para pejalan kaki.

“Kenapa mereka dengan leluasa berdagang tanpa disentuh, sedangkan disini malah main eksekusi. Dimana hati nurani Satpol PP yang kebanyakan memiliki anggota orang Minahasa,” sembur Tevri.
Menangapi hal tersebut, Kepala Badan Satuan Polisi Pamong Praja Xaverius Runtuwene mengatakan pihaknya sudah bekerja sesuai prosedur.

“Kinerja anggota kami mengacu dari Perda Nomor 8 Tahun 2012 Ketertiban Umum, tanpa pernah memandang buluh apakah para pedagang dari asal suku mana dalam melaksanakan tugas. Yang penting kalau melangar aturan kami akan tindaki,’’ tuturnya.
Tindakan yang sering dilakukan pihaknya, adalah dengan cara mengangkat jualan milik para pedagang. “Itu adalah cara kami menciptakan efek jera bagi pedagang yang bandel. Ada hasil dagangan buah yang kami tertibkan hingga membusuk di kantor, namun ada juga hasil jualan seperti hp, batu akik dan lain-lain, diambil kembali oleh para pedagang dengan catatan tidak akan berjualan,” jelas Runtuwene.

Hanya saja, kendati pihaknya sudah berusaha ambil tindakan tegas, namun menurut Runtuwene, masih ada juga para pedagang yang sudah ada info ketika ada penertiban dengan langkah cepat menyimpan barang dagangan mereka. “Itulah yang kerap kali menjadi polemic bagi kinerja anggota kami,” ungkap Runtuwene.

Ketika ditanya berapa anggota Satuan Pol PP yang bertugas di seputaran TKB Runtuwene menjawab bahwa stok anggotanya, cukup memadai kalau hanya sebatas pusat kota.

“Ada sekitar 3 peleton terdiri dari 2 peloton pria dan 1 peloton wanita. Mereka ditugaskan sesuai jadwal yng kami atur,” tandas pejabat yang akrab dengan sebutan Pak Ferry itu.(Herman.T)

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD