Iklan

Urus KTP di Minut Warga Harus Menunggu Minimal 1 Bulan

Posted by jhon simbuang on Minggu, 18 Oktober 2015

Setelah Jabat Kadis Capil, Mantan Camat Airmadidi Jarang di Kantor


Airmadidi, Identitasnews.com - Ditengah gencarnya kampanye pelayanan public saat ini, warga Minut justru mendapat pelayanan yang tidak memuaskan dari dinas Dinas Pencatatan Sipil dan Kendudukan (Discapilduk) kabupaten Minahasa Utara.
Bayangkan saja,  untuk pengurusan surat seperti Akte Kelahiran, KK dan KTP, warga harus menunggu cukup lama. Mulai dari dua minggu bahkan bisa sampai berbulan-bulan.
Hal ini banyak dikeluhkan oleh warga yang memerlukan pelayanan.
Pingkan Worek warga desa Kolongan Tetempangan Kecamatan Kalawat, harus kecewa saat akan mengambil KTP-nya.
Pasalnya saat perekaman dan pengambilan data pada (29/9/15) dia diberikan nota pengambilan untuk mengambil KTP pada (13/10).
Namun Pingkan ternyata harus kecewa saat hendak mengambil KTP itu, dari pihak Discapilduk mengaku belum selesai dicetak. Dirinya justeru disuruh kembali pekan depan.
“Bagaimana kualitas sumber daya manusia di Minut bisa bersaing kalau pelayanan KTP saja harus memakan waktu sampai berminggu-minggu,” sembur Worek kecewa, yang mengaku mengurus KTP ini untuk kepentingan pekerjaan dan studi.
Kadis Capilduk Minut, Susana Katuuk, SE saat dihubungi untuk konfirmasi di nomor 08134060xxxx dalam keadaan tidak aktif, atau sedang dialihkan. Demikian juga saat dikirimi Short Massage Service (sms) tidak ditanggapi.
Hal ini sangat disayangkan oleh Ficky Koloay personil LI-TIPIKOR dan Pemantau Kinerja Aparatur Negara. Menurut Ficky, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), seorang pejabat sekelas Kadis Capil harus maksimal dalam pekerjaannya, apalagi baru saja menjabat di instansi tersebut.
 “Dalam undang-undang tentang pelayanan publik nomor 25 tahun 1999, salah satu pasalnya menyebutkan bahwa pengurusan surat-surat tertentu di institusi pemerintah harus jelas kapan selesai dan tidak bisa ditunda. Belum lagi aturan tentang  ASN,” sembur Koloay.
Lemahnya pekerjaan sebuah instansi pemerintah dalam pelayanan public, lanjut Ficky Koloay, merupakan cerminan kemampuan pimpinannya.

“Kalau pelayanan terlalu lambat seperti itu, otomatis datang dari pimpinan instansi itu. Dan pejabat yang kurang maksimal seperti itu, sebaiknya dipindah saja ke jabatan lain,” tukasnya. (Adit)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

18.13.00

0 komentar:

Posting Komentar