HUT SHS
Headlines News :
Home » » Pesawat Watter Boom Tiba di Manado

Pesawat Watter Boom Tiba di Manado

Written By jhon simbuang on Senin, 26 Oktober 2015 | 04.01.00

Manado, Identitasnews.com – Sabtu (24/10/2015), pukul 12.10 Wita siang yang lalu, pesawat bom air (Watter Boom) AT 802 bantuan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, akhirnya tiba di Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi, Manado.
Pesawat berukuran mini dengan kapasitas 1 seat dan daya tampung 3000 liter air tersebut dikemudikan Pilot Pieter Jones dan nantinya akan melakukan pengeboman air di lokasi kebakaran hutan Gunung Klabat Minut dan Hutan Konservasi Tangkoko Bitung.
Menurut Pjb Gubernur Sulut Soni Sumarsono, pesawat tersebut akan stand-by di Sulut hingga masalah kebakaran hutan dan lahan selesai ditanggunglangi. “Pesawat ini untuk membantu pemadaman api di wilayah Indonesia Timur. Target lima hari kedepan, seluruh kebakaran hutan dan lahan di Sulut bisa teratasi. Namun kami prioritas gunung Klabat dan Tangkoko mengingat kabut asap di dua lokasi ini bisa mengganggu penerbangan. Jika dalam lima hari kedepan belum juga tuntas, maka waktu pemadaman akan diperpanjang,” beber Sumarsono.

Diketahui siang ini, pilot akan melakukan survey lokasi kebakaran untuk melihat titik-titik api yang menjadi target pengeboman.
Pemkab Minut sendiri melalui Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Tineke Rarung mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 6000 air di Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi Manado. “Pesawat ini akan beberapa kali melakukan pengeboman, sehingga di pangkalan udara harus siap dengan air,” ujar Rarung.
Selain Gubernur, tampak Danlanud Sri, Kepala Dinas Kehutanan  Sulut, pihak angkasa pura, pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut juga ikut memantau persiapan jelang pengeboman api sore itu.
Disamping para hadirin, turut hadir juga Bupati Minut Drs Sompie S F Singal selaku tuan rumah. Kehadiran pesawat watter boom itu tentu saja mendapat apresiasi dari Bupati Minut. “Ini sangat membantu para relawan yang sudah berminggu-minggu bahu membahu tak kenal lelah, memadamkan api di Gunung Klabat,” kata Singal.
Dirinya berharap, bencana kebakaran yang telah merusak lebih dari separuh hutan Minut itu, menjadi perhatian khusus masyarakat, agar setiap membuat api, harus mengawasi bahkan mematikan bekas api tersebut mengingat suasana kemarau telah membuat alam kering.

“Begitu juga punting rokok dan factor-faktor lain yang berpotensi menciptakan kebakaran, mari kita hindari bersama-sama demi kelesdtarian Hutan di Minut ini,” pungkas incumbent Pilkada Minut itu.(ADIT)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD