Iklan

Lupa Bawa Air, Siswi Disiram Guru Bejat Sampai Basah Kuyup

Posted by jhon simbuang on Minggu, 11 Oktober 2015

DIKONFIRMASI, MALAH KEPSEK TUDING WARTAWAN MENGADA-ADA
Foto Ilustrasi

Airmadidi, Identitasnews.com  -  Perbuatan yang sangat tidak terpuji kembali menyeruak di ranah pendidikan. Menariknya, perbuatan bobrok yang merupakan cerminan terbalik dari PANCASILA, itu justeru diduga kuat di lakoni oleh oknum guru itu sendiri.

Guru yang seharusnya mendidik murid di sekolah agar berbudi pekerti yang baik, malahan sang guru berbuat hal yang tak pantas untuk dijadikan panutan kepada siswa. Tindakan tak terpuji itu diduga dilakukan oleh salah satu guru SMP-N 2 Mumbune Kecamatan Likupang Selatan Kabupaten Minahasa Utara (Minut).


Hal ini dialami Liana, salah satu siswi kelas 9, pada Sabtu 10 Oktober 2015, akhir pekan lalu, diruang kelasnya..
 Pelajaran pada hari itupun tak bisa lagi diikutinya, sebab Liana langsung pulang kerumah dikarenakan pakaian seragamnya sudah basah akibat disirami dengan air oleh gurunya. Dengan airmata berlinang Liana mengadu ke orangtuanya tentang kejadian tersebut.

Kepada wartawan media ini, Minggu 11 Oktober 2015 (kemarin), Nanding warga Desa Bahoi selaku orangtua dari Liana lewat telepon selulernya menceritakan kejadian yang dialami oleh anaknya. Dia menuturkan memang benar pada hari itu giliran kelas anaknya untuk membawa air sebanyak 1,5 liter, sesuai keputusan rapat bersama pihak sekolah dan orang tua serta para murid.
Tapi, karena buru-buru dan takut terlambat, Liana lupa bawa air. Setibanya di sekolah,  guru yang bernama Wiliam Karamoy memberi ganjaran.
 “Kalau ganjaran berupa straf atau sedikit pengajaran pakai lidi di betis, mungkin masih bisa kami tolerir. Tapi Pak Karamoy mengambil air milik teman anak saya, dan langsung menyiram Liana dihalaman sekolah sambil sebelah tangannya menahan kerak baju seragam dari belakang sehingga membuat baju seragam Liana basah sampai menembus rok dalam,bebernya.
Disamping hamper sekujur tubuhnya basah tersiram air, sebagai anak perempuan yang mulai berranjak dewasa Liana merasa sangat malu, sebab bajunya ditarik oleh sang guru tanpa mengenal belas kasihan.

Diperlakukan demikian, sebagai orangtua siswa, Nanding sangat kecewa dan kesal. “ Kalau itu memang pelanggaran, kan bisa ditegur, kenapa harus diperlakukan begitu, “ sembur dia penuh sesal.
Nanding yang juga mempunyai gelar Sarjana Pendidikan (SPd) mengatakan, dalam mendidik Siswa tidak sepatutnya sang guru melakukan hal seperti itu.
Seharusnya diberikan pembinaan dan teguran, atau ganjaran apa saja, yang lebih mendidik, bukan dengan cara yang tidak manusiawi seperti itu, “ tandasnya.
Sangat disayangkan, Ismail Gumolung selaku Kepala Sekolah SMPN 2 Mubune ketika wartawan mengkonfirmasi lewat telepon selularnya 085340966xxx, membantah keras hal itu. Bahkan, intonasi suaranya dari seberang telpon menuduh wartawan menga ada-ada.
“Tidak ada kejadian seperti itu disini, bagaimana mungkin guru mo siram murid sedangkan air so susah mo dapa disini. Informasi itu bohong, “ umbar sang kepala sekolah sambil marah-marah.
Masalah tersebut terkesan ditutup-tutupi sang kepala sekolah. UKI TRENDY slaku paman dari korban menyesalkan sikap dan kejadian di sekolah tersebut. Dirinya mengaku tidak bisa menerima perlakuan itu.
BKDD harus ada evaluasi terlebih dahulu bila diperuntukan sebagai guru pengajar disekolah. Bila perlu di tatar kembali tentang kepribadian baik jasmani maupun rohani yang dimiliki oleh sang guru. kalau pendidik model begini, gimana jadinya mental siswa sebagai generasi penerus Bangsa Indonesia nanti, “ tukas UKI.

Sepak terjang guru bernama William Karamoy itu, tambah UKI, berdasarkan informasi dari beberapa orangtua murid, memang perlu diberi perhatian serius. Pasalnya, sebelum itu SANG GURU pernah menampar salah satu siswa-nya.
memang tuguru itu suka batampeleng siswa.
“Oknum guru berkelakuan bobrok seperti dias itu banyak terdapat di sekolah-sekolah di Minut. Saya dapat informasi, si William Karamoy adalah salah satu PNS yang lolos dari jalur K2, jadi tak heran kalau kelakuannya tidak mencerminkan orang berpendidikan, “ katanya.
Mewakili keluarga, UKI akan mendesak BKDD Minut untuk mengambil sikap tegas terhadap Kepsek dan guru bejat tersebut. “Kalau tidak ada perlakuan dan tindakan tegas, saya akan membawa ini ke ranah hokum, “ pungkas wartawan Persatuan Jurnalis Tumetenden Minut (PJTM) itu. (ADIT)


Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

20.55.00

0 komentar:

Posting Komentar