Iklan

Honor Perangkat Desa Sawangan Kemana?

Posted by jhon simbuang on Minggu, 11 Oktober 2015

DIDUGA ADA KETERKAITAN DENGAN SKANDAL MONEY LOUNDRY


Airmadidi, Identitasnews.com
– Honor dari sembilan perangkat Desa Sawangan, Kecamatan Aermadidi ternyata sampai saat ini belum juga menerima upah perangkat desa, mulai dari kepala jaga satu hingga Sembilan belum dibayarkan Sejak bulan juli yang lalu. hal tersebut membuat perangkat desa mengeluhkan nasib mereka kepada beberapa media (9/10).

Para perangkat desa meminta agar pemerintah Kabupaten Minut dapat memperhatikan nasib mereka, karena mereka merupakan garda terdepan dalam melayani masyarakat.
Vecky Umbas salah satu prangkat desa menuturkan honor mereka setiap bulan hanya sebesar Rp.650 ribu (enam ratus limapuluh ribu Rupiah). Masa harus macet, “Honor kami itu kan tergolong kecil, kenapa harus terlambat  dibayarkan. Kalau hanya terlambat satu bulan masih bisah kami maklumi tetapi ini sudah berbulan-bulan,” keluhnya.

Lanjut Vecky Umbas, mewakili rekan-rekannya, dia meminta pemerintah kabupaten agar dapat memperhatikan mereka. “Saya juga memiliki kebutuhan termasuk kebutuhan keluarga, jadi harapan kami aprat  agar upah kami dibayarkan, kan kami sudah kerja,” tandas Umbas bersama yang bernasib sama.

Sementara itu Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Minut, Dra Jeanette Posumah MSi menuturkan dia akan segera menindak lanjuti terkaid hal ini. “Saya akan langsung cek apa yang menjadi kendala sehingga perangkat desa tersebut belum menerima upah. Saya minta agar perangkat desa untuk sedikit sabar dia akan segera memberikan jawaban terkait keluhan tersebut.

Masalah raibnya uang honor para perangkat desa tersebut, ternyata mendapat perhatian khusus dari sejumlah pemerhati lingkungan dan masyarakat Minut.

Kepada sejumlah wartawan, Marlond Pangemanan aktivis KNPI mengatakan sangat prihatin dengan nasib para perangkat desa. “Sudah kecil, masih juga honor perangkat desa di sandera,” katanya.
Kekuatan pemerintah daerah, lanjut Pangenanan, didasari oleh kesejahteraan kenyamanan pemerintah desa dan jajarannya. 
“Kalau mereka sejahtera dan nyaman, pasti pelayanan terhjadap masyarakat akan maksimal. Tapi bagaimana mereka bisa maksimal jika honor mereka saja tidak dibayarkan,” semburnya.

Ditanya masalah honor para perangkat desa itu tertahan karena ada keterkaitan dengan isu money loundry (pencucian uang) yang mulai hangat dibicarakan di kalangan masyarakat Minut, walau sempat terkejut, Pangemanan mengaku, bisa saja itu ada kaitan.

“Apa saja kemungkinan yang ada, bisa saja terjadi, makanya kalau tidak ada sangkut paut dengan dugaan money loundry, sebaiknya pemerintah secepatnya membayarkan uang para perangkat desa itu,” tandas pemuda berbakat itu.(ADIT/FICKY/MEIKEL)


Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

15.19.00

0 komentar:

Posting Komentar